|
Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral mengelola sumber daya alam, baik yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui. Pengelolaan tersebut memerlukan perubahan paradigma dari keunggulan komparatif (comparative adventage) menjadi keunggulan kompetitif (competitive adventage) yang berbasis penguasaan dan pemanfaatan Ilmu Pengetahuan serta Pengembangan Teknologi.
Oleh sebab itu, Pusat Penelitian dan Pengembangan di Lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Badan Litbang ESDM) secara terus menerus berusaha mendorong perannya melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan produk yang inovatif dan berdaya saing. Badan Litbang ESDM, melalui media ini berupaya menyampaikan sebagian besar informasi hasil-hasil penelitian dan pengembangan yang telah dicapai, sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban kinerja pelaksanaan tugas dan fungsi yang mendukung pengelolaan Sektor Energi dan Sumbar Daya Mineral yang berkelanjutan dan ramah lingkungan serta berkeadilan.
Sasaran yang telah ditetapkan dalam Renstra Badan Litbang ESDM 2010-2014 antara lain:
- Terwujudnya program-program litbang unggulan di bidang minyak dan gas bumi, mineral, batubara, ketenagalistrikan, energi baru terbarukan, konservasi energi, dan geologi kelautan;
- Terwujudnya kontribusi dalam perumusan dan evaluasi kebijakan sektor energi dan sumber daya mineral;
- Terwujudnya peningkatan jasa teknologi bagi pemangku kepentingan maupun masyarakat;
- Terwujudnya sentra teknologi di bidang energi dan sumber daya mineral, dan
- Terwujudnya peningkatan kapasitas kelembagaan.
Hasil-hasil pelaksanaan kegiatan litbang dalam mewujudkan sasaran tersebut disampaikan dalam bentuk Bahan Masukan Perumusan Kebijakan, Solusi Iptek, dan Pelayanan Jasa Teknologi Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi, Mineral dan Batubara, Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi serta litbang Geologi Kelautan.
|
|
|
|
Senin, 14 Mei 2012 |
|
Batam, 10 Mei 2012
Badan Litbang ESDM menyelenggarakan forum monitoring pelaksanaan kolaborasi kegiatan tahun 2012 dan Sinergi rencana kegiatan tahun 2013. Tujuan dari pelaksanaan forum ini selain mempersiapkan rencana kerja Badan Litbang ESDM tahun 2013 juga sekaligus mengidentifikasi kendala dan hambatan dari pelaksanaan kolaborasi kegiatan litbang tahun 2012.
|
|
Baca Selanjutnya...
|
|
Senin, 07 Mei 2012 |
|
Badan Litbang ESDM mengikuti Pameran ConBuild Mining and Renewables Indonesia 2012 yang diselenggarakan pada tanggal 2-5 Mei 2011 di Jakarta International Expo (JI Expo), Kemayoran, Jakarta. Pameran ini dibuka secara resmi oleh Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, dan turut mendampingi dalam acara pembukaan tersebut Klaus Dittrich, Chairman & CEO Messe Munchen International (MMI) selaku pihak penyelenggara.
|
|
Baca Selanjutnya...
|
|
Minggu, 22 April 2012 |
|
JAKARTA – Indonesia khususnya Kementerian Energi Dan Sumber daya Mineral kehilangan pribadi yang memiliki kompetensi yang tinggi serta integritas yang baik sore tadi, Sabtu (21/4/2012). Wakil Menteri ESDM, Widjojono Partowidagdo telah berpulang kerahmatullah saat melakukan pendakian ke Gunung Tambora, Nusa Tenggara.
|
|
Baca Selanjutnya...
|
|
|
Selasa, 08 Mei 2012 |
|
Forum Perencanaan 2013 ini penting, demikian disampaikan oleh Kepala Badan Litbang ESDM pada acara Pembukaan Forum Perencanaan 2012 Puslitbang Geologi Kelautan. Usulan kegiatan tahun 2013 yang diajukan oleh para pengusul baik untuk kegiatan litbang maupun penunjang secara terbuka dapat diberikan masukan, saran dan kritik dari para peserta. Para pemapar juga dapat memberikan sanggahan dan argumentasi. Yang paling penting menurut Kepala Badan Litbang ESDM adalah bahwa masukan, saran, kritik, dan argumentasi yang disampaikan untuk mencari solusi dari suatu permasalahan yang dibahas.
|
|
Baca Selanjutnya...
|
|
Senin, 30 April 2012 |
|
Pelabuhan Ratu, 28 April 2012
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Ir. Luluk Sumiarso, M.Sc. pada forum knowledge sharing Badan Litbang ESDM pada tahun 2011 yang lalu menyampaikan pertanyaan kenapa Pembangkit Listrik Tenaga Angin belum berkembang di Indonesia, ternyata ada dua hal yang sangat mempengaruhi yaitu “pertama tolak angin, dan kedua angin-anginan”.
|
|
Baca Selanjutnya...
|
|
Selasa, 17 April 2012 |
|
Sampah memang menjadi masalah di kota-kota besar di seluruh dunia. Khususnya di Indonesia, seperti menumpuknya sampah di jalan-jalan protokol, juga adanya konflik antara Pemerintah Daerah dengan warga masyarakat yang lokasinya menjadi tempat pembuangan akhir (TPA). Di negara-negara maju seperti Denmark, Swiss, Amerika Serikat dan Perancis, mereka telah memaksimalkan proses pengolahan sampah. Timbunan sampah dengan baunya yang khas bukan lagi hanya menimbulkan masalah, namun dibalik itu semua dengan sentuhan teknologi, sampah dapat menjadi sumber energi listrik.
|
|
Baca Selanjutnya...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 5 |