Aplikasi Gasifikasi Batubara dan Biogas di Lapas

Diposting : Senin, 10 Maret 2014 10:06  


Bandung – Sekretaris Badan Litbang ESDM, Ir. Agus Cahyono Adi, MT, dalam diskusi paparan Aplikasi Gasifikasi Batubara dan Pemanfaatan Energi Alternatif Biogas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Kantor Pusat Litbang Teknologi Mineral dan Batubara (tekMira) Bandung, Rabu (19/2/2014) menyampaikan bahwa dalam rangka mendukung ketahanan energi nasional dengan prinsip konservasi dan diversifikasi energi, Kementerian ESDM menerapkan Catur Dharma Energi (Empat agenda penting di bidang energi), yaitu tingkatkan produksi migas, kurangi pemakaian dan impor BBM, pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) secara masif, dan gerakan hemat energi. Strategi pengembangan EBT merupakan salah satu upaya yang paling gencar dilakukan saat ini, antara lain pengembangan bahan bakar cair (bahan bakar nabati) kemiri sunan, aplikasi gasifikasi batubara, dan pemanfaatan energi alternatif biogas.

 

 

Diskusi paparan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Kepala Badan Litbang ESDM dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) beberapa waktu lalu sebagai langkah awal rencana kerja sama antara Badan Litbang ESDM dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan dalam hal diversifikasi energi dan menurunkan konsumsi BBM. Direktur Bina Kesehatan dan Perawatan Narapidana dan Tahanan menyampaikan “Beberapa program Badan Litbang ESDM yang telah disampaikan oleh Kepala Badan seperti gayung bersambut, karena permasalahan di lapas saat ini adalah banyaknya jumlah tahanan yang berdampak terhadap jumlah kebutuhan, terutama makanan sehingga menuntut kami untuk lebih efisien.”

 

Pada diskusi paparan ini, Sekretaris Badan didamping Kepala Pusat Litbang tekMIRA, Dra. Retno Damayanti, Dipl. EST beserta pejabat struktural terkait dan para peneliti/perekayasa kelompok Batubara. Sementara Ditjen Pemasyarakatan diwakili oleh Direktur Bina Kesehatan dan Perawatan Narapidana dan Tahanan, Mardjoeki, Bc. IP, M.Si, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat, Drs. I Wayan Kusmiantha Dusak, Bc. IP, SH, Kepala Divisi Pemasyarakatan, Drs. Ibnu Chuldun, Bc. IP, SH, M.Si, Kepala Subdit Kerja Sama, Elviera A, Kepala Subdit Pengawasan Makanan, Suharman, dan para Kepala Lapas di wilayah Jawa Barat. Diskusi tersebut juga menghadirkan Penerima Penghargaan Energi Tahun 2012, PT Swen Inovasi Transfer, Sri Wahyuni, SE, MP selaku Direktur, yang menyampaikan paparan mengenai pemanfaatan sumber energi alternarif biogas yang berasal dari kotoran hewan ternak, kotoran manusia, dan sampah organik untuk memenuhi kebutuhan di lapas.

 

Koordinator Kelompok Teknologi Pemanfaatan Batubara di Pusat Litbang tekMira, Miftahul Huda menyampaikan paparan Aplikasi Gasifikasi Batubara Studi Kasus di Lapas Banceuy-Bandung untuk memenuhi kebutuhan memasak dan listrik. Penjelasan paparan tersebut dilengkapi oleh peneliti Ikin Sodikin yang menyampaikan pemanfaatan Kompor Batubara (Co-Firing Batubara) dengan Menggunakan Pembakar Siklon Sederhana dan pemanfaatan Gasifier Mini oleh peneliti Yenny Sofaeti. “Semoga dari apa yang disampaikan hari ini akan dapat dituangkan dalam rencana kerja sama yang akan dikembangkan dan memberikan manfaat masing-masing” demikian disampaikan Sekretaris Badan menutup diskusi. (ar)