Penelitian Badan Litbang ESDM Mendapat Penghargaan Dharma Karya dan Apresiasi Inovasi Pelayanan Publik

Diposting : Kamis, 28 September 2017 16:00  


Tiga hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mendapat penghargaan dari Kementerian ESDM. Penghargaan ini disampaikan oleh Menteri ESDM, Ignasius Jonan bersamaan dengan pelantikan pejabat struktural di lingkungan Kementerian ESDM (Kamis, 28/9/2017).

 

Penghargaan Dharma Karya Kementerian ESDM diberikan kepada tim peneliti Rig LEMIGAS yang terdiri dari Panca Wahyudi, Bambang Widarsono, Usman, Bambang Agus Wijayanto, Budi Saroyo, Albert A. Larope dan Gathuk Widiyanto.

 

Tim ini berhasil mengembangkan teknologi rancang bangun prototype Rig LEMIGAS untuk pemboran dan kerja ulang sumur yang memenuhi standar internasional, relatif murah, handal dan mudah pengoperasiannya dengan tingkat kandungan lokal lebih dari 70 persen. Rig LEMIGAS dapat menunjang pengusahaan industri migas non konvensional (CBM) yang mandiri, efektif, kompetitif dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mewujudkan kemandirian energi nasional.

 

Dua penghargaan lainnya adalah Apresiasi Inovasi Pelayanan Publik 2017 Kepada Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Inovasi pertama berjudul “Karpet Mineral untuk Rakyat” dari Kelompok Program Penelitian dan Pengembangan (KP3) Sumber Daya Mineral Kelautan (Noor Cahyo Dwi Aryanto dan Harsenanto C. Widiatmoko), inovasi ini untuk mempermudah masyarakat dalam memilah mineral-mineral berat yang biasa dijumpai di lokasi daerah penelitian. Inovasi kedua berjudul “Biogenik Dangkal” dari KP3 Energi Kelautan dan Kewilayahan (Purnomo Raharjo dan Hananto Kurnio), inovasi ini membantu memberikan solusi ketersediaan energi di daerah-daerah terpencil yang jauh dari akses BBM dan listrik, penelitian yang telah dilakukan sejak 2001 hingga saat ini di beberapa wilayah pesisir pantai, sungai-sungai besar di utara Jawa, selatan Madura, Kalimantan Barat dan Sumatera Timur Provinsi Riau. Utilisasi gas biogenik yang dilakukan di Pulau Topang, Kabupaten Meranti,  Provinsi Riau telah berhasil dimanfaatkan untuk menghidupkan listrik madrasah bahkan laptop dan kebutuhan gas rumah tangga. (er).