The New Tool For Generating Electric Power

Diposting : Rabu, 30 November 2011 10:05  


The New Tool For Generating Electric Power

Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi telah ditetapkan dalam rantai nilai (value chain) Badan Litbang ESDM. Salah satu bentuk implementasi pengelolaan pengetahuan (Knowledge Management) adalah Knowledge Sharing yang bertujuan untuk menghasilkan inovasi baru, sekaligus melakukan proses capture knowledge sehingga tacit knowledge seseorang menjadi knowledge organisasi dan proses mengartikulasikan tacit knowledge manjadi explicit knowledge yang dibutuhkan organisasi.

Tema Knowledge Sharing kali ini adalah Magnetic Element sebagai tool untuk membangkitkan tenaga listrik dengan sebagai narasumber Prof. Dr. Suprajitno Munadi dengan judul The New Tool For Generating Electric Power, karakteristik Magnetic Element (Baterai Magnetik):

Dimensi baterai magnetik adalah lebar nya 2,5 cm dan tingginya hampir 5 cm.

Batu baterai magnetik menghasilkan listrik 1,6 volt dan arusnya sebesar 4 Ma.

Di dalam baterai magnetik terdapat 3 buah magnet sebagai penghasil arus listrik.

Baterai ini dapat di kembangkan lagi jika dinginkan menambah kapasitas daya, dengan cara menambah jumlah komponen magnet nya. Jadi secara prinsip magnetic element tersebut bekerja seperti baterai, tetapi kalau baterai memerlukan charging dan ada juga yang tidak memerlukan charging, tetapi magnetic element ini tidak memerlukan pasokan energi lain.

Pada Forum tersebut Prof. Dr. Suprajitno Munadi, menjelaskan dan mendemonstrasikan cara kerja baterai magnetik tersebut yang dapat menghasilkan listrik dan teknologi yang digunakan.Teknologi yang di kembangkan memerlukan sebuah getaran untuk menggerakan magnetic element tersebut, yang nantinya akan menghasilkan tenaga listrik.

Pada tahap uji coba, hasilnya cukup memuaskan, berikut ini adalah penjelasan singkat yang disampaikan Narasumber:

Elemen Magnetic menghasilkan 1(satu) volt untuk input berupa getaran tanah sebesar 1 cm/detik, jadi ilustrasinya adalah sebuah pensil dipukulkan ke meja lalu bersuara.

Satu kali dipukulkan ke meja atau bersuara belum menghasilkan energi listrik, kalau dua kali maka pencapaian grafik naik satu tingkat, misalnya dari angka 0 bergerak ke angka 1. Tetapi jika pensil tersebut di pukulkan ke meja dengan kecepatan 1 detik secara bergantian maka arus yang di hasilkanya pun lebih besar.

Hasil uji coba tersebut menyimpulkan bahwa apabila kecepatan getaran yang diberikan kepada baterai magnetik sebesar ½ detik secara terus menerus, maka akan menghasilkan kira-kira 5 volt

Jadi prinsip kerjanya semakin besar getaran yang dihasilkan untuk menggerakan element magnetic, akan dihasilkan tegangan (voltase) yang semakin besar.