Badan Litbang ESDM

Organisasi dan Tata Kerja Kerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah ditetapkan dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 18 Tahun 2010 tanggal 22 Nopember 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral sebagai salah satu Unit Pendukung di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ditetapkan pada BAB X, Pasal 684 sampai dengan Pasal 783.

Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri atas: 

  1. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral;
  2. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "LEMIGAS";
  3. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi;
  4. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara; dan
  5. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan.

 

Visi :

Terwujudnya Badan Penelitian dan Pengembangan yang profesional, unggul, dan mandiri, serta menjadi integrator penelitian dan pengembangan di sektor energi dan sumber daya mineral.

Misi :

Melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral;
Mendukung pelaksanaan kebijakan dan strategi sektor ESDM;
Memfasilitasi terlaksananya perkembangan teknologi, transfer  teknologi, peningkatan nilai tambah, dan peningkatan kapasitas di sektor ESDM

Tugas :
melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral


Fungsi :
Penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral;
Pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumberdaya mineral;
Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral;
Pelaksanaan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energidan Sumber Daya Mineral.

Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, membawahi 5 (lima) Unit Satuan Kerja Eselon II yaitu:

- Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM;
- Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "LEMIGAS";
- Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi;
- Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara, dan
- Pusat Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan.

Sekretariat Badan Litbang ESDM, Puslitbangtek Migas “LEMIGAS”, Puslitbangtek KEBTKE ketiganya menempati gedung perkantoran di Jalan Ciledug Raya Kav 109,  Cipulir, Kebayoran Lama - Jakarta Selatan. Puslitbang tekMIRA bertempat di Jl. Jenderal Sudirman 623, dan Puslitbang Geologi Kelautan Jl. Dr. Djunjunan No.236, Pasteur, Bandung - Jawa Barat. Selain itu, karena Puslitbang Geologi Kelautan memiliki Armada Kapal Survei Geomarin I, II, dan III sehingga mereka juga menempati gedung khusus di tepi Pantai Kota Cirebon, yaitu Jalan Kalijaga No. 111.

Sarana dan prasarana serta hasil-hasil litbang, cukup memadai baik untuk menunjang kebijakan sektor ESDM maupun sektor lain, untuk memenuhi kebutuhan pengguna jasa teknologi atau industri dan atau untuk pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Badan Litbang ESDM, melaksanakan tugas dan fungsi melaksanakan penelitian dan pengembangan, kebijakan teknis, pelaksanaan, kerjasama, jejaring promosi, jasa teknologi, studi, survei di bidang Migas, KEBTKE, Minerba, maupun geologi kelautan.

Struktur Organisasi 

 



Rantai Nilai Litbang ESDM

Dalam rangka menunjang kebijakan pembangunan energi nasional yang berkelanjutan Kementerian ESDM menetapkan kebijakan kelitbangan berlandaskan pengembangan dan penerapan IPTEK strategis, untuk mewujudkan SDM, Sarana dan prasarana serta kelembagaan kelitbangan yang berkualitas dan kompetitif. Dasar pengembangan dan penerapan IPTEK Strategis antara lain: bekerja dengan menggunakan landasan teori, metodologi, analisis dengan kode etik profesi dan hukum. IPTEK Strategis menjadi daya dorong untuk mewujudkan tiga komponen utama yang merupakan pengelola pengetahuan dan inovasi kelitbangan ESDM, yaitu dimilikinya SDM, Sarana Prasarana, dan Kelembagaan yang berkualitas dan kompetitif.

 

Pengelolaan pengetahuan dan inovasi litbang ESDM terintegrasi dalam rantai nilai, yang diawali dari input yang mempengaruhi proses untuk sampai pada output yang diharapkan. Input yang sangat besar pengaruhnya antara lain dimiliki atau tidak dimilikinya data dan informasi potensi, kebijakan maupun isu nasional juga persoalan yang dimiliki oleh stakeholders.

 

Proses kelitbangan yang dilakukan oleh Kementerian ESDM terkait dengan pembangunan energi nasional meliputi pencarian sumberdaya dan cadangan migas, mineral dan batubara, dan sumber energi baru yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan tenaga listrik seperti CBM, batubara tercairkan (liquified coal), batubara tergaskan (gasified coal). Kelitbangan ESDM juga mengupayakan sumber-sumber energi terbarukan maupun tak terbarukan di laut.


Proses kelitbangan tersebut meliputi litbang terapan baik dalam skala laboratorium, skala pilot  maupun skala demo. Selain itu, dilakukan juga melalui proses kajian, survei dan pemetaan. Untuk itu dikembangkan kelembagaan yang tugas dan fungsinya yang mencakup masing-masing bidang yaitu minyak bumi, gas bumi (konvensional maupun non-konvensional), mineral, batubara, panas bumi, ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan (EBT) dan konservasi energi (KE), serta geologi kelautan.


Proses kelitbangan akan menghasilkan keluaran sebagai masukan kebijakan Kementerian berkaitan dengan pengelolaan sektor ESDM. Di samping itu, proses kelitbangan juga diharapkan menghasilkan keluaran yang mampu memberikan solusi persoalan industri dan masyarakat sektor ESDM. Untuk keperluan kelembagaan litbang sendiri, semua input, data, informasi, pengetahuan dan segala sesuatu yang terbangun dalam rantai nilai litbang ESDM akan dikelola dalam suatu sistem pengelolaan pengetahuan dan inovasi yang keluarannya merupakan Knowledge Center Litbang ESDM.