Arsip Berita



BLU Tekmira Komersialisasikan Tungku Pembakar Siklon Untuk IKM
“Tungku pembakar siklon merupakan teknologi yang tepat untuk Industri Kecil Menengah (IKM), karena user friendly, murah, mudah dengan efisiensi tinggi”, terang Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara, Hermansyah saat meninjau penggunaan teknologi pembakar siklon di Subang, Jawa Barat (27/7).

Hermansyah menjelaskan BLU Tekmira sedang mengembangkan kerja sama komersialisasi tungku pembakar siklon untuk industri kecil menengah (IKM), yang mencakup kerja sama dengan beberapa workshop untuk mempermudah pabrikasi peralatan tungku siklon dan jaminan pasokan batubara untuk mempermudah suplai bahan bakar ke pengguna.

Hermansyah bersama Anggota Dewan Energi Nasional dari Unsur Pemangku Kepentingan, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Kerja Sama, Direktur Almira Energi, Wakil PPSDM KEBTKE dan Asosiasi Produsen Listrik Bioenergi Indoneisa (APLBI) berdiskusi dengan pemilik budidaya jamur IKM Alam Sari, Ade Patas tentang pengalamannya menggunakan tungku pembakar siklon. 

Ade menjelaskan, "Teknologi pembakar siklon sangat bermanfaat bagi kami para pelaku IKM , yang umumnya  hanya bermodal kecil." Berkat tungku ini, biaya produksi  dapat dihemat Rp. 200.000,- setiap proses sterilisasi media tanam jamur.  Sterilisasi dilakukan 3 kali per minggu sehingga pria yang mengawali usaha pada tahun 2005 ini dapat menghemat biaya bahan bakar hingga 28 juta per tahun.  Wilayah penjualan jamur tiram meliputi wilayah Indramayu, Bandung Cirebon, Bekasi, Jakarta hingga Tangerang.  Sebagian besar produk jamur dikirim ke pasar, swalayan hingga hotel. Ade menambahkan saat ini mereka kewalahan memenuhi permintaan jamur tiram karena keterbatasan modal. Ade berharap ada program pemerintah untuk membantu pembiayaan pembelian produk inovasi tekMIRA tersebut yang dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi.

Presiden Direktur PT Almira Energi, Teddy Soejarwanto berpendapat pasar jamur tiram luar biasa. Ada lebih dari 200 IKM budidaya jamur di Subang yang bisa menjadi pengguna tungku pembakar sikkon. IKM budidaya jamur membutuhkan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan mengoptimalkan pengelolaan proses produksi agar dapat lebih efisien.  Mitra kerja sama operasi (KSO) BLU Tekmira ini bersama BLU Tekmira akan mencarikan solusi pembiayaan agar IKM dapat membelinya melalui kerja sama dengan perbankan. 

Ade menjelaskan dalam tahapan budidaya jamur tiram, terdapat proses sterilisasi baglog media tanam dengan oven steam berbahan bakar gas LPG dan kayu bakar. Sterilisasi ini berfungsi untuk mematikan spora mikroba pengganggu dalam waktu yang cepat . Proses ini memerlukan kukusan/steam dengan tekanan tinggi dalam waktu hingga 10 jam. Sterilisasi baglog dilakukan tiga kali per minggu dengan biaya Rp. 185.000,- dan kayu bakar Rp. 150.000,- Kapasitas produksi tiga oven mencapai 900 media tanam jamur dengan waktu produksi 8 jam. 

Sayangnya gas LPG kian mahal dan pasokan kayu bakar pun kerap tersendat. Kesulitan ini membuat Ade tertarik mengimplementasikan tungku pembakar siklon. Setelah menggunakan tungku pembakar siklon, biaya bahan bakar hanya Rp. 30.000 untuk membeli batubara dan biomassa berupa serbuk gergaji. Oven mampu menampung mengukus 1.158 media tanam dengan waktu produksi lebih cepat, yaitu 4 jam.

Selain penghematan energi dan biaya produksi, teknologi pembakar siklon co firing batubara dan biomassa juga dapat memanfaatkan limbah bekas media tanam jamur.  Ade mengaku kewalahan membuang media tanam jamur bekas pakai setiap kali panen karena hanya dapat digunakan untuk sekali tanam. Selama ini Ade menjual limbah media tanam ke sejumlah petani di sekitarnya . Namun jumlah limbah yang diambil petani belum terserap sepenuhnya, sehingga sisa limbah pun menumpuk di belakang rumah. 

Ade mencampurkan limbah media tanam untuk bahan bakar sehingga dapat mengurangi konsumsi serbuk gergaji untuk bahan bakar pembakar siklon. Sesekali ia tidak menggunakan batubara, dan menggantikan bahan bakar seluruhnya dengan limbah media tanam dan serbuk gergaji. “Bila menggunakan biomassa saja, waktu pembakaran menjadi lebih lama, namun masih lebih singkat dibandingkan menggunakan kayu bakar.” ujar Ade. Dalam sekali proses sterilisasi, Ade menggunakan empat tungku secara bersamaan, satu tunggu menggunakan pembakar siklon sedangkan tiga tungku lainnya menggunakan kayu bakar. (er)



Para tamu sedang meninjau penggunaan teknologi pembakar siklon di Subang
Hak Cipta © 2017 Badan Litbang ESDM
Badan Litbang ESDM
Jl.Ciledug Raya Kav.109 - Cipulir Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12230 Indonesia
Telp. +62 (021) 72798311 Fax. +62 (021) 72798202