Arsip Berita



Sinergi Litbang Teknologi Pengolahan dan Pemurnian LTJ di Indonesia

Bandung, 16 Mei 2013

“Forum ini sangat penting, mengingat peran LTJ ini sebagai bahan baku industri strategis dan mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi”, demikian disampaikan Kepala Badan Litbang ESDM, Sutijastoto pada pembukaan Focus Group Discussion (FGD) Sinergi Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengolahan dan Pemurnian Mineral Tanah Jarang di Indonesia di Puslitbang Tekmira pada tanggal 16 Mei 2013.

Kepala Badan juga mengharapkan “sinergi antara Badan Litbang ESDM dengan Badan Geologi untuk informasi sumber daya LTJ untuk mengetahui cadangannya di Indonesia sedangkan di Badan Litbang ESDM off-taker nya adalah Puslitbang Teknologi KEBTKE, terutama teknologi untuk energi surya yang menjadi icon Kementerian ESDM belum ada penelitian yang dapat menyebutkan berapa jumlah, jenis dan kualitas sumber daya dan cadangan LTJ di Indonesia”, demikian lanjut Sutijastoto.

Kepala Badan Litbang ESDM juga mengharapkan kepada stakeholder yang hadir untuk membuat semacam taskforce dan kita buatkan roadmap LTJ, dari sisi sumberdaya oleh Badan Geologi, kemudian untuk teknologi ke depannya Kementerian Ristek, ada LIPI bersama Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara dan Puslitbang Teknologi KEBTKE, sedangkan untuk informasi sumber daya di laut dalam oleh Puslitbang Geologi Kelautan.

“Saya melihat bahwa Forum ini sangat penting dan momentumnya sangat tepat”, demikian disampaikan Kepala Badan Litbang ESDM, sekaligus  menugaskan Kepala Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara untuk memfasilitasi para stakeholder untuk menyiapkan roadmap LTJ tersebut.

Kepala Badan menambahkan bahwa pemilihan topik ini sangat strategis karena bertepatan dengan momentum Peningkatan Nilai Tambah (PNT) Mineral. Dengan diberlakukannya Permen ESDM Nomor 7 Tahun 2012 PNT melalui Kegiatan Pengolahan dan Permurnian Mineral, telah merubah tatanan perdagangan dan ini akan mempengaruhi investor. Pemanfaatan mineral jarang akan terus berkembang dan meningkat dari waktu ke waktu.

Pada kesempatan tersebut peneliti Puslitbang Tekmira, I Gusti Ngurah Arda memaparkan potensi  LTJ di Indonesia diperkirakan sangat besar, baik sebagai produk LTJ sendiri dan atau mineral/unsur ikutan dari berbagai tambang mineral di Indonesia.  Tambang MIneral di Indonesia saat ini yang mengandung LTJ diantaranya Timbal dan Grafit di Sumatera Barat, Bauksit di Kalimantan Barat, Timah dan Kaolin di Bangka Belitung. Tambang Emas berada di Bogor, Banten, Bengkulu, Sumbawa, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat dan Papua, sedangkan Nikel di Sulawesi Barat dan Halmahera.

Beberapa mineral tanah jarang yang banyak ditemukan pada mineral ikutan di Indonesia adalah bijih Timah dengan mineral ikutan Monazite, Xenotime, Zircon dan Ilmenite,  bijih Tembaga dengan mineral ikutan Anode Slime, Pasir Besi, bijih Emas dan bijih Bauksit.

Kepala Badan Litbang ESDM berfoto bersama para Narasumber dan Kepala Pusat dilingkungan Badan Litbang ESDM

Pertumbuhan konsumsi LTJ di dunia akan terus naik seiring dengan makin beragam dan besar jumlah pemanfaatan LTJ untuk berbagai aplikasi, di antaranya mobil hibrid, baterei, CD, fiber optik, keramik dan beragam katalis. Harganya pun kian merangkak naik. Ngurah Arda mencontohkan, harga Cerium dan Lanthanum naik hingga 200-300% pada tahun 2008 dan cenderung naik dari waktu ke waktu.

Pertumbuhan konsumsi LTJ di dunia akan terus naik seiring dengan makin beragam dan besar jumlah pemanfaatan LTJ untuk berbagai aplikasi, di antaranya mobil hibrid, baterei, CD, fiber optik, keramik dan beragam katalis. Harganya pun kian merangkak naik. Ngurah Arda mencontohkan, harga Cerium dan Lanthanum naik hingga 200-300% pada tahun 2008 dan cenderung naik dari waktu ke waktu.

Salah satu gambaran pentingnya LTJ adalah kebijakan pembatasan kuota ekspor Oxida dari pemerintah China. China merupakan salah satu negara produsen Oxida terbesar di dunia. Namun sejak tahun 2007 China menurunkan kuota ekspor Oxida secara bertahap dan pada tahun 2010 kuota tersebut tinggal 50% dibanding tahun 2005. Kebijakan pembatasan kuota ditempuh China untuk melindungi pasokan Oxida dalam negeri karena kebutuhan industri di China yang makin meningkat. Pembatasan ekspor ini membuat kalang kabut industri di Jepang dan Amerika, bahkan kedua negara ini telah mengadukan langkah China tersebut ke WTO. China tidak bergeming dan tetap mempertahankan batasan ekspor Oxida. Hilirisasi industri China sendiri telah berhasil menghasilkan produk dengan value added tinggi.

Di Indonesia sendiri pengeloaan LTJ masih sedikit. Industri hilir Indonesia belum sepesat di China sehingga industri LTJ di Indonesia diharapkan akan meningkatkan hilirisasi industri berbasis mineral dan tidak diekspor berupa bahan mentah.

Industri pengolahan LTJ di Indonesia masih terhambat sejumlah kendala. Sumber LTJ berada bersama logam utama hasil tambang, sedangkan sumber sekunder terbawa sisa proses (tailing, filtrat) sehingga lebih sulit diekstraksi. Sumber utama dan sekunder memiliki kadar rendah dan memerlukan konsentrasi khusus. Selain penyebaran tidak merata, LTJ juga memerlukan jalur ekstraksi panjang untuk menghasilkan oxida.

Selain presentasi dari perwakilan PT Timah dan Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan, acara ini juga dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang diikuti oleh perwakilan dari BATAN, LIPI, Kementerian Ristek, Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Bangka Belitung, PT Timah, Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan, Universitas Indonesia, Universitas Teknologi Bandung ini. Dalam diskusi tersebut, disimpulkan bahwa penguasaan teknologi LTJ di Indonesia belum dikuasai hingga skala komersial. Penguasaan teknologi oleh para peneliti perlu ditingkatkan meskipun negara yang sudah maju dalam pengembangan LTJ saat ini masih enggan mengalihkan teknologi kepada Indonesia. Para pelaku ekonomi belum memahami kebutuhan pasar LTJ yang tinggi, sehingga investorpun belum banyak yang berminat. Untuk mengembangkan LTJ diperlukan suatu bentuk kemitraan untuk mensinergikan riset, baik di antara peneliti, pemegang kebijakan maupun para pemangku kepentingan lainnya dalam bentuk roadmap pengembangan LTJ di Indonesia.

Kepala Badan Litbang ESDM setelah membuka FGD tersebut berkenan menyampaikan Buku Logam Tanah Jarang "Minyak Bumi" Abad ke-21 kepada perwakilan dari PT. Timah, Dinas ESDM Bangka Belitung, dan Universitas Indonesia. (er/hs)

Kepala Badan Litbang ESDM berfoto bersama perwakilan dari PT. Timah, Dinas ESDM Bangka Belitung, dan Universitas Indonesia yang menerima Buku LTJ "Minyak Bumi Abad ke-21

Hak Cipta © 2017 Badan Litbang ESDM
Badan Litbang ESDM
Jl.Ciledug Raya Kav.109 - Cipulir Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12230 Indonesia
Telp. +62 (021) 72798311 Fax. +62 (021) 72798202

Whoops, looks like something went wrong.

1/1 ErrorException in Filesystem.php line 111: file_put_contents(/home/litesdm/public_html/_core/storage/framework/sessions/9e6ca50238e068766b969b0aa1a7304ad0ab5348): failed to open stream: No space left on device

  1. in Filesystem.php line 111
  2. at HandleExceptions->handleError('2', 'file_put_contents(/home/litesdm/public_html/_core/storage/framework/sessions/9e6ca50238e068766b969b0aa1a7304ad0ab5348): failed to open stream: No space left on device', '/home/litesdm/public_html/_core/vendor/laravel/framework/src/Illuminate/Filesystem/Filesystem.php', '111', array('path' => '/home/litesdm/public_html/_core/storage/framework/sessions/9e6ca50238e068766b969b0aa1a7304ad0ab5348', 'contents' => 'a:4:{s:6:"_token";s:40:"hR38QUFxM0KGonCZ2hpbStKRA8F3cBUxAsI5eFzd";s:9:"_previous";a:1:{s:3:"url";s:123:"http://litbang.esdm.go.id/html/news-center/arsip-berita/sinergi-litbang-teknologi-pengolahan-dan-pemurnian-ltj-di-indonesia";}s:9:"_sf2_meta";a:3:{s:1:"u";i:1561522624;s:1:"c";i:1561522624;s:1:"l";s:1:"0";}s:5:"flash";a:2:{s:3:"old";a:0:{}s:3:"new";a:0:{}}}', 'lock' => true))
  3. at file_put_contents('/home/litesdm/public_html/_core/storage/framework/sessions/9e6ca50238e068766b969b0aa1a7304ad0ab5348', 'a:4:{s:6:"_token";s:40:"hR38QUFxM0KGonCZ2hpbStKRA8F3cBUxAsI5eFzd";s:9:"_previous";a:1:{s:3:"url";s:123:"http://litbang.esdm.go.id/html/news-center/arsip-berita/sinergi-litbang-teknologi-pengolahan-dan-pemurnian-ltj-di-indonesia";}s:9:"_sf2_meta";a:3:{s:1:"u";i:1561522624;s:1:"c";i:1561522624;s:1:"l";s:1:"0";}s:5:"flash";a:2:{s:3:"old";a:0:{}s:3:"new";a:0:{}}}', '2') in Filesystem.php line 111
  4. at Filesystem->put('/home/litesdm/public_html/_core/storage/framework/sessions/9e6ca50238e068766b969b0aa1a7304ad0ab5348', 'a:4:{s:6:"_token";s:40:"hR38QUFxM0KGonCZ2hpbStKRA8F3cBUxAsI5eFzd";s:9:"_previous";a:1:{s:3:"url";s:123:"http://litbang.esdm.go.id/html/news-center/arsip-berita/sinergi-litbang-teknologi-pengolahan-dan-pemurnian-ltj-di-indonesia";}s:9:"_sf2_meta";a:3:{s:1:"u";i:1561522624;s:1:"c";i:1561522624;s:1:"l";s:1:"0";}s:5:"flash";a:2:{s:3:"old";a:0:{}s:3:"new";a:0:{}}}', true) in FileSessionHandler.php line 83
  5. at FileSessionHandler->write('9e6ca50238e068766b969b0aa1a7304ad0ab5348', 'a:4:{s:6:"_token";s:40:"hR38QUFxM0KGonCZ2hpbStKRA8F3cBUxAsI5eFzd";s:9:"_previous";a:1:{s:3:"url";s:123:"http://litbang.esdm.go.id/html/news-center/arsip-berita/sinergi-litbang-teknologi-pengolahan-dan-pemurnian-ltj-di-indonesia";}s:9:"_sf2_meta";a:3:{s:1:"u";i:1561522624;s:1:"c";i:1561522624;s:1:"l";s:1:"0";}s:5:"flash";a:2:{s:3:"old";a:0:{}s:3:"new";a:0:{}}}') in Store.php line 262
  6. at Store->save() in StartSession.php line 88
  7. at StartSession->terminate(object(Request), object(Response)) in Kernel.php line 155
  8. at Kernel->terminate(object(Request), object(Response)) in index.php line 63