Arsip Berita



Teknologi Geo-Flow Imaging untuk Efisiensi Biaya Eksplorasi Panas Bumi
“Data menunjukkan hampir 70% investasi panas bumi adalah untuk pengembangan hulu. Investasi hulu didominasi biaya sumur yang berkontribusi mendekati 80 persen. Artinya peran teknologi pengeboran terdepan sangat krusial untuk meningkatkan keekonomian pengembangan energi panas bumi,” kata Kepala Badan Litbang ESDM saat membuka Seminar Geo Flow Imaging di Badan Litbang ESDM (15/3). 

Kepala Badan mengharapkan para peneliti memperoleh wawasan baru tentang beberapa teknologi inovatif yang dapat mengurangi biaya pengeringan dalam pengeboran panas bumi untuk mendukung tersedianya energi yang berkelanjutan dan terjangkau di Indonesia. Melalui seminar dan diskusi ini, Badan Litbang ESDM juga diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi keberhasilan implementasi kebijakan energi yang ditetapkan Menteri ESDM. 

Kepala Puslitbangtek KEBTKE, Yunus Syaifulhak, menjelaskan seminar ini dilaksanakan untuk mempercepat pengembangan sumber daya manusia dalam penelitian, pengembangan dan pemanfaatam panas bumi di Indonesia. 

Sebagai Badan Layanan Umum (BLU), Puslitbangtek KEBTKE kini juga  mencari peluang baru di bidang panas bumi. Saat ini unit yang dipimpin Yunus secara intensif menindaklanjuti kerja sama operasi dengan KS Orka dan mitra strategis lainnya, yang hal ini membuka peluang untuk para peneliti bidang keahlian panas bumi untuk terlibat di dalamnya. 

Narasumber utama pada seminar ini, pakar geotermal dari IESE (Institute of Earth Science and Engineering) dari Auckland, Selandia Baru, Peter Leary. Pria yang secara konsisten telah mengembangkan teknologi Geo-Flow Imaging. Teknologi dan metodologi terbaru ini untuk memetakan sistem panas bumi secara lebih akurat dengan biaya pengeboran yang bisa lebih efisien secara signifikan.

Teknologi pencitraan arus geo ini dapat memberikan hasil identifikasi sumber energi panas bumi yang lebih baik dan efektif dalam proses pembebanan. Geo-Flow Imaging juga akan memberikan proses terbaik dan hemat biaya untuk mengidentifikasi sumber energi panas bumi yang layak dieksploitasi. 

Hal ini akan mengurangi biaya eksplorasi dan pengeboran sumur geotermal yang lebih murah, lebih cepat dan lebih baik, serta mampu mengurangi risiko, dan meningkatkan peluang balik modal lebih cepat. Metode ini telah sukses diaplikasikan di sub sektor minyak dan gas bumi, dan dengan beberapa modifikasi telah sukses di terapkan di panas bumi.

Penelitian Peter yang diakui kehandalannya meliputi pemodelan aliran fluida, peningkatan permeabilitas dan EGS di Amerika Serikat, China, Eropa, Selandia Baru dan Australia. Pria yang menimba ilmu di Universitas Chicago ini telah menulis 50 makalah di media massa dan 50 karya ilmiah di berbagai jurnal internasional tentang deformasi kerak, pengamatan seismik dan instrumentasi, dan simulasi aliran perkolasi pada media retak kritis untuk aplikasi ke industri panas bumi.

Diretur Utama PT Energy Development Center (EDC) Panas Bumi Indonesia, Delas M. Pontolumiu menjelaskan metodologi yang diadopsi dari teknologi pengeboran migas ini memang  belum pernah dipraktekkan di kegiatan hulu panas bumi. jika dilakukan pada fase eksplorasi dan eksploitasi akan lebih mudah dan mengurangi biaya pengeboran.

Pihaknya akan mempresentasikan metodologi ini ke Manila, Filipina. Metodologi ini rencananya akan diiuji coba dalam pilot project  di salah satu wilayah kerja panas bumi dari tujuh WK panas bumi PT EDC yang ada di Filipina. 

Seminar ini dilaksanakan Badan Litbang ESDM bersama PT EDC Geothermal Indonesia, sebagai salah satu tindak lanjut penandatangan nota kesepahaman kedua pihak pada 17 Januari 2018.  Peserta kegiatan ini terdiri dari para ahli geofisika dan geologi dari Badan Litbang ESDM, perusahaan pembangkit tenaga panas bumi, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Bandung.



Para Peserta Seminar Geo Flow Imaging di Badan Litbang ESDM
Hak Cipta © 2017 Badan Litbang ESDM
Badan Litbang ESDM
Jl.Ciledug Raya Kav.109 - Cipulir Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12230 Indonesia
Telp. +62 (021) 72798311 Fax. +62 (021) 72798202