Arsip Berita



Workshop Peluang Investasi Panas Bumi di Pulau Flores
Badan Litbang ESDM menyelenggarakan “Workshop Investasi Panas Bumi di Propinsi Nusa Tenggara Timur”, di Gedung Sekretariat Jenderal KESDM, Jakarta (29/1). Pertemuan ini untuk menyelaraskan langkah strategis dalam rangka percepatan pengembangan panas bumi di Provinsi NTT, khususnya Pulau Flores, yang telah ditetapkan sebagai Pulau Panas Bumi melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 2268 K/30/MEM/2017. 

Kepala Badan Litbang ESDM, Sutijastoto menjelaskan, potensi energi terbesar di NTT adalah panas bumi sebesar 1276 MWe dan 776 MWe di antaranya di Pulau Flores. Dari 12 wilayah prospek panas bumi di Pulau Flores, ada tiga wilayah yang mendapat izin pengelolaan WKP (Wilayah Kerja Panas Bumi) dari Menteri ESDM, yaitu Ulumbu, Mataloko dan Sokoria dengan total kapasitas terpasang 12,5 MW. 

Energi panas bumi diharapkan mampu meningkatkan rasio elektrifikasi di wilayah timur Indonesia. Pengembangan panas bumi di Flores dapat diintegrasikan dengan sektor hilir seperti industri pertambangan, smelter, perikanan, perkebunan dan pariwisata agar potensinya dapat dimaksimalkan. Saat ini kebutuhan listrik di Pulau Flores mayoritas untuk konsumsi rumah tangga, Untuk itu diperlukan koordinasi lintas sektor untuk meningkatkan investasi di Pulau Flores.

Workshop ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman antara Badan Litbang ESDM dengan Eastern Indonesia Geothermal Project Consortium, yang ditandatangani sebelum workshop. Para pihak mendalami permasalahan dan solusi pengembangan energi/listrik berbasis panas bumi untuk memudahkan para investor agar potensi yang ada dapat segera dimanfaatkan.

“Pertemuan ini juga menjadi bagian dari studi dan bentuk pelayanan jasa teknologi Badan Layanan Umum (BLU) Puslitbangtek KEBTKE terkait pengembangan panas bumi, “ kata Kepala Puslitbangtek KEBTKE, Sujatmiko.  

Workshop ini bertujuan memberikan pemahaman peran BLU Puslitbangtek KEBTKE sebagai pihak yang dapat memberikan pelayanan jasa teknologi untuk pengembangan panas bumi, serta memberikan gambaran kebutuhan dan suplai listrik di pulau Flores, terutama dalam eksplorasi dan investarisasi kemungkinan kegiatan pemanfaatan panas bumi untuk melistriki pulau Flores.

Hasil workshop ini diharapkan memberikan wawasan kepada mitra konsorsium tentang regulasi terbaru investasi panas bumi dan pihak konsorsium menjelaskan perannya dalam pengembangan lapangan panas bumi.

Pertemuan ini juga merupakan ajang diseminasi informasi tentang dukungan pemerintah Belanda untuk pengembangan panas bumi di Indonesia dan dapat dimanfaatkan pemerintah Indonesia untuk menarik investasi dan sebagai ajang pertemuan langsung antara calon investor dan pemerintah. 

Workshop ini menghadirkan lima narasumber, yakni Vice Minister PlenipotentiaryEastern Indonesia Geothermal Consortium, Islenskar Orku Rannsoknir,  Direktur Panas Bumi, Direktur Bisnis Regional Jawa Timur, Bali,Nusa Tenggara, PT. PLN (Persero). 

Vice Minister Plenipotentiary/Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia, Ferdinand Lahnstein  memaparkan tentang “Dukungan Pemerintah Belanda untuk Rencana Pengembangan Eastern Indonesia Geothermal Project (EIGC)”. Perwakilan Eastern Indonesia Geothermal Consortium, Joshua Kramer menjelaskan tentang “Konsorsium EIGC dan Integrated and Incremental Approach to Geothermal Project Development”

Direktur Panas Bumi, Ida Nuryatin Finahari menjelaskan tentang penetapan Pulau Flores sebagai “Program Flores Geothermal Island” dan  ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri ESDM No. 37 Tahun 2018 tentang Penawaran Wilayah Kerja Panas Bumi, Pemberian Izin Panas Bumi dan Penugasan Pengusahaan Panas Bumi”.  Ida menyatakan, “Menteri ESDM dapat menugaskan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Layanan Umum (BLU) untuk melakukan eksplorasi, eksploitasi, dan/atau pemanfaatan panas bumi di wilayah kerja panas bumi”.  

Selanjutnya Ida menguraikan tentang kriteria WKP yang dapat ditetapkan. WKP telah dieksplorasi BUMN/pemerintah, telah dikembalikan kepada pemerintah, berperan meningkatkan rasio elektrifikasi area di sekitar WKP, telah dioperasikan BUMN/pemerintah, telah ditenderkan tetapi hasilnya tanpa penerima penghargaan serta mempercepat ketersediaan dan pemanfaatan energi dari panas bumi. 

Vice President PT Geothermal l, Aris Edi Susangkiono menjelaskan peranan panas bumi untuk pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Pulau Flores - NTT dan kawasan Indonesia Timur serta kondisi terkini sistem ketenagalistrikan Pulau Flores dan perencanaan pengembangan jaringan ketenagalistrikan di Provinsi NTT dan Indonesia Timur.

Aris mengatakan, “Tarif harus memenuhi ekonomi sistem (BPP) jika tidak instrumen pemerintah akan diminta untuk mengkompensasi kenaikan BPP”. Lebih lanjut Aris menjelaskan, “Kondisi kelistrikan pada tahun 2027, proyeksi permintaan di Flores adalah 383 MW, sementara kapasitas total pembangkit baru adalah 629 MW”. Aris menambahkan jumlah ini tidak termasuk Wai Sano, Wai pesi, Lesugolo, Oka Ile Ange dan Gunung Sirung. Kebutuhan akan permintaan ciptaan untuk menyerap pembangkit listrik. 

Selain potensi panas bumi, Pulau Flores juga memiliki potensi hipotetik mineral emas primer sebesar 3.800.000 ton, mangan 34.938.936 ton dan pasir besi. Terdapat 11 perusahaan tambang yang masih beroperasi di Kabupaten Manggarai, antara lain: PT. Nusa Energy Raya, PT. Indomineral Resources, PT. Tamarindo Karya Resources, PT. Multindo Cakrawala Sejati, PT. Sumber Alam Nusantara, PT. Tribina Sempurna, PT. Masterlong Mining Resources, PT. Sumber Jaya Asia, PT. Rakhsa International, PT. Menara Armada Pratama, dan PT. Wijaya Graha Prima. Pengolahan smelter mangan sebesar 40 ribu ton/tahun membutuhkan energi sebesar 10 MW.

Hak Cipta © 2017 Badan Litbang ESDM
Badan Litbang ESDM
Jl.Ciledug Raya Kav.109 - Cipulir Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12230 Indonesia
Telp. +62 (021) 72798311 Fax. +62 (021) 72798202

Whoops, looks like something went wrong.

1/1 ErrorException in Filesystem.php line 111: file_put_contents(/home/litesdm/public_html/_core/storage/framework/sessions/18e771b661ce0c96576dff6ca00e8ceccc30f07e): failed to open stream: No space left on device

  1. in Filesystem.php line 111
  2. at HandleExceptions->handleError('2', 'file_put_contents(/home/litesdm/public_html/_core/storage/framework/sessions/18e771b661ce0c96576dff6ca00e8ceccc30f07e): failed to open stream: No space left on device', '/home/litesdm/public_html/_core/vendor/laravel/framework/src/Illuminate/Filesystem/Filesystem.php', '111', array('path' => '/home/litesdm/public_html/_core/storage/framework/sessions/18e771b661ce0c96576dff6ca00e8ceccc30f07e', 'contents' => 'a:4:{s:6:"_token";s:40:"l6ObrJvIwqMii3hDJkXRwk2C48xxAaXU00jrJ64n";s:9:"_previous";a:1:{s:3:"url";s:109:"http://litbang.esdm.go.id/html/news-center/arsip-berita/workshop-peluang-investasi-panas-bumi-di-pulau-flores";}s:9:"_sf2_meta";a:3:{s:1:"u";i:1550711787;s:1:"c";i:1550711787;s:1:"l";s:1:"0";}s:5:"flash";a:2:{s:3:"old";a:0:{}s:3:"new";a:0:{}}}', 'lock' => true))
  3. at file_put_contents('/home/litesdm/public_html/_core/storage/framework/sessions/18e771b661ce0c96576dff6ca00e8ceccc30f07e', 'a:4:{s:6:"_token";s:40:"l6ObrJvIwqMii3hDJkXRwk2C48xxAaXU00jrJ64n";s:9:"_previous";a:1:{s:3:"url";s:109:"http://litbang.esdm.go.id/html/news-center/arsip-berita/workshop-peluang-investasi-panas-bumi-di-pulau-flores";}s:9:"_sf2_meta";a:3:{s:1:"u";i:1550711787;s:1:"c";i:1550711787;s:1:"l";s:1:"0";}s:5:"flash";a:2:{s:3:"old";a:0:{}s:3:"new";a:0:{}}}', '2') in Filesystem.php line 111
  4. at Filesystem->put('/home/litesdm/public_html/_core/storage/framework/sessions/18e771b661ce0c96576dff6ca00e8ceccc30f07e', 'a:4:{s:6:"_token";s:40:"l6ObrJvIwqMii3hDJkXRwk2C48xxAaXU00jrJ64n";s:9:"_previous";a:1:{s:3:"url";s:109:"http://litbang.esdm.go.id/html/news-center/arsip-berita/workshop-peluang-investasi-panas-bumi-di-pulau-flores";}s:9:"_sf2_meta";a:3:{s:1:"u";i:1550711787;s:1:"c";i:1550711787;s:1:"l";s:1:"0";}s:5:"flash";a:2:{s:3:"old";a:0:{}s:3:"new";a:0:{}}}', true) in FileSessionHandler.php line 83
  5. at FileSessionHandler->write('18e771b661ce0c96576dff6ca00e8ceccc30f07e', 'a:4:{s:6:"_token";s:40:"l6ObrJvIwqMii3hDJkXRwk2C48xxAaXU00jrJ64n";s:9:"_previous";a:1:{s:3:"url";s:109:"http://litbang.esdm.go.id/html/news-center/arsip-berita/workshop-peluang-investasi-panas-bumi-di-pulau-flores";}s:9:"_sf2_meta";a:3:{s:1:"u";i:1550711787;s:1:"c";i:1550711787;s:1:"l";s:1:"0";}s:5:"flash";a:2:{s:3:"old";a:0:{}s:3:"new";a:0:{}}}') in Store.php line 262
  6. at Store->save() in StartSession.php line 88
  7. at StartSession->terminate(object(Request), object(Response)) in Kernel.php line 155
  8. at Kernel->terminate(object(Request), object(Response)) in index.php line 63