Arsip Berita



Badan Litbang ESDM Melakukan Pemantauan Hasil Uji Terap Konverter Kit LPG pada Mesin Pompa Air untuk Sektor Pertanian

Badan Litbang ESDM - BLU Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (Puslitbangtek Migas) “LEMIGAS” telah  melakukan uji terap konverter kit berbahan bakar minyak (gasoline) menjadi LPG pada mesin pompa air untuk sektor pertanian di Kabupaten Klaten, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Banyumas Jawa Tengah pada tahun 2018 dengan membagikan paket konverter kit tersebut masing-masing 60 paket terdiri dari mesin pompa air 3 inchi, konverter kit LPG, dudukan konverter kit LPG, mixer bahan bakar, selang, regulator dan tabung gas LPG 3 kg.

Sebelum dilakukan uji terap teknologi ini dari LEMIGAS, pada musim kemarau para petani di Kabupaten Klaten dan Kabupaten Karanganyar mengandalkan pompa air berbahan bakar BBM (gasoline) untuk mencukupi kebutuhan pengairan lahan pertanian. Dalam perkembangannya pompa air BBM yang mereka gunakan telah dimodifikasi menjadi berbahan bakar LPG 3 kg. Namun pompa air tersebut tanpa uji kelayakan teknis dan prosedur yang benar, sehingga tidak ada jaminan keamanan dan keselamatan bagi pengguna yang memungkinkan timbulnya kerugian.

Menanggapi kondisi tersebut, Badan Litbang ESDM - BLU Puslitbangtek Migas “LEMIGAS” melakukan uji kelayakan terkait pelaksanaan pilot project konversi BBM ke LPG untuk sektor pertanian di Indonesia dengan mengembangkan konverter kit berbasis LPG.



Setyorini Tri Hutami Kepala PPPTMGB “LEMIGAS” dalam kunjungan lapangan bersama tim ke Kabupaten Klaten dan Kabupaten Karanganyar memastikan bahwa pompa air dan konverter kit berbahan bakar LPG tersebut masih beroperasi dengan baik setelah 1 (satu) tahun dipergunakan oleh para petani.

“Diharapkan dengan implementasi konverter kit LPG pada pompa air petani, dapat membantu petani dalam memperoleh air untuk mengairi sawahnya sekaligus mengurangi ongkos produksi petani karena penggunaan bahan bakar yang lebih efisien sekaligus mengurangi konsumsi BBM” penjelasan Setyorini lebih lanjut.

Eko Yuli Raharjo, Petani Jagung di Desa Trucuk, Kabupaten Klaten, telah menggunakan konverter kit LPG LEMIGAS selama satu tahun dan mengaku lebih hemat dan efisien menggunakan LPG dibandingkan bensin pada mesin pompa air yang dimilikinya.

"Untuk pengairan delapan jam, kalau pakai bensin bisa habis 7- 8 liter itu harganya bisa sampai Rp64.000,. Sedangkan kalau pakai LPG 3 kg cuma habis satu tabung sekitar Rp20.000, jadi lebih hemat, apalagi saat musim kemarau begini” ungkap Eko saat ditemui di kebun miliknya pada saat kunjungan.

Eko sangat berterimakasih dengan adanya program ini dan berharap rekan-rekan kelompok tani lainnya juga dapat menggunakan pompa air berbahan bakar LPG.

Peneliti LEMIGAS membuka peluang industri yang tertarik untuk melakukan hilirisasi produk tersebut dan agar ke depan produk ini bisa diproduksi massal dan dimanfaatkan masyarakat.

Hak Cipta © 2017 Badan Litbang ESDM
Badan Litbang ESDM
Jl.Ciledug Raya Kav.109 - Cipulir Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12230 Indonesia
Telp. +62 (021) 72798311 Fax. +62 (021) 72798202