Arsip Berita



Badan Litbang ESDM Menjadi Tuan Rumah Pertemuan Ilmiah IKABI Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menjadi tuan rumah Pertemuan Ilmiah Ikatan Ahli Bioenergi Indonesia (IKABI) di Jakarta (12/2).

Saat menyampaikan sambutannya Kepala Badan Litbang ESDM, Dadan Kusdiana menjelaskan pertemuan pertama pada tahun 2020 ini bertujuan untuk melakukan pemutakhiran informasi tentang penelitian, pengembangan dan pemanfaatan bioenergi untuk bahan bakar dan ketenagalistrikan.

Sembilan ahli di bidang bioenergi, yakni dari Badan Litbang ESDM, Direktorat Jenderal EBTKE, Badan Litbang dan Inovasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Litbang Pertanian, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), PT Indonesia Power dan Institut Teknologi Bandung memaparkan beragam inovasi yang diharapkan dapat mendukung pemerintah mencapai target yang ditetapkan dalam Kebijakan Energi Nasional. 

Pada diskusi panel sesi pertama, Kepala Badan Litbang dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Agus Justianto mempresentasikan beragam kebijakan KLHK terkait penyediaan lahan untuk tanaman bioenergi, teknologi pengolahan tanaman bioenergi dan pengembangan tanaman di lahan bekas tambang batubara. Agus menambahkan Badan Litbang dan Inovasi KLHK bersama PPPTMGB “LEMIGAS” juga bekerja sama dalam pemanfaatan bioethanol dari nira di Boalemo, Gorontalo.

Kepala PPPTMGB “LEMIGAS” sekaligus Plt Kepala P3TKEBTKE, Setyorini Tri Hutami menjelaskan saat ini Kementerian ESDM sedang menyelesaikan pengujian perluasan pemanfaatan biodiesel B30 pada alat mesin pertanian, genset kereta api, kapal dan alat berat pertambangan. Pengujian dilaksanakan PPPTMGB “LEMIGAS” dengan pendanaan riset oleh BPDPKS. Pengujian alsintan dilakukan pada tiga merek traktor selama 1.000 jam, sedangkan pengujian genset kereta api PT KAI selama 1.000 jam, kapal selama 1.500 jam sedangkan alat berat pertambangan selama 2.500 jam.

Rini juga menyampaikan bahwa Badan Litbang ESDM juga akan mengawal rencana membangun demo plant green diesel dan green avtur kapasitas 1.000 liter per hari secara stand alone di PT Pusri Palembang Sumatera Selatan. Pabrik ini akan menggunakan katalis dari Institut Teknologi Bandung dan memanfaatkan fasilitas produksi PT Pusri, di antaranya produksi gas hidrogen.

Senior Vice President Research & Technology Center Pertamina, Dadi Sugiana menyampaikan salah satu inovasi PT Pertamina adalah pengolahan campuran s.d 7.5% RBDPO (Refined Bleached and Deodorized Palm Oil) dan bahan bakar fosil dengan teknologi co-processing di kilang, serta menghasilkan Green Gasoline, Green LPG dan Green Propylen. 

Inovasi ini telah diterapkan di Kilang Refinery Unit III Plaju sejak Desember 2018 dan akan diperluas di refinery lainnya. Pencampuran langsung kilang ini secara teknis lebih sempurna dengan proses kimia,dan hasilnya dapat meningkatkan nilai oktan 1 sampai 2 poin.  Pemerintah diharapkan segera membuat regulasi terkait pemanfaatan bahan bakar ini, karena proses ini dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.

“Upaya ini akan dapat menghemat impor minyak mentah dan menghemat devisa,” kata Dadi.

Kepala Bidang Riset, Inovasi dan Knowledge Management PT Indonesia Power, M. Soleh menjelaskan roadmap pemanfaatan biomassa di PT Indonesia Power berangkat dari ketersediaan bahan baku. Salah satu yang belum tergarap adalah proses mengubah sampah menjadi listrik (waste to energy) dari sampah dan enceng gondok.

“Kita melihat salah satu potensi yang tidak mengganggu pangan dan pasar ekspor sehingga tidak berebutan dengan lainnya,“ ujar Sholeh.

Direktur Bioenergi, Andriah Feby Misna memaparkan beberapa rencana strategis Kementerian ESDM terkait bioenergi. Rencana paling awal adalah memperbaiki tata kelola harga jual listrik energi baru terbarukan dan peningkatan kapasitas pembangkit bioenergi, terutama yang masuk dalam RUPTL.  Konversi pembangkit listrik tenaga diesel ke CPO, terutama untuk PLTD baru. Ditjen EBTKE juga tengah mendorong captive power dengan skema penjualan excess power kepada PT PLN.

Feby melanjutkan, untuk mengejar ketinggalan target 5,5 MW, Kementerian ESDM akan terus mendorong pemanfaatan cofiring biomassa pada PLTU. Untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah terpencil, PLT Bayu skala kecil dan PLT Biomassa akan diupayakan.

Peneliti ITB, IGBN Makertihartha memaparkan tentang pemutakhiran pengembangan biohidrokarbon yang menjadi prioritas dalam pengembangan katalis.

Pada penutupan acara, Ketua Ikatan Ahli Bioenergi Indonesia, Tatang Hernas Soerawidjaja yakin target Kebijakan Energi Nasional untuk pemanfaatan bahan bakar nabati dapat tercapai. Tatang berpendapat, pemanfaatan bioenergi untuk konversi bahan bakar sebaiknya lebih diutamakan dibandingkan untuk ketenagalistrikan, karena kebutuhannya sangat besar. Bioenergi untuk kelistrikan sifatnya untuk menambah, karena sudah ada sumber energi terbarukan lainnya, seperti air, geothermal, angin dan sebagainya.

Tatang mengingatkan agar badan penelitian dan pengembangan kementerian menyampaikan dan menyebarluaskan hasil riset yang dapat diimplementasikan industri kepada berbagai pihak.
Hak Cipta © 2017 Badan Litbang ESDM
Badan Litbang ESDM
Jl.Ciledug Raya Kav.109 - Cipulir Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12230 Indonesia
Telp. +62 (021) 72798311 Fax. +62 (021) 72798202