Arsip Berita



Badan Litbang ESDM  Selesaikan Sebagian Uji Ketahanan Biodiesel B40
PPPTMGB “LEMIGAS”, Badan Litbang ESDM telah menyelesaikan hampir setengah tahapan uji ketahanan biodiesel B40 pada dua mesin kendaraan menggunakan Engine Test Bench di laboratorium PPPTMGB “LEMIGAS” dari target selama 1.000 jam. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kajian penerapan bahan bakar biodiesel B40/B50, melalui uji karakteristik, penyimpanan, unjuk kerja dan ketahanan mesin diesel pada engine test bench serta aspek tekno ekonomi.

“Uji ketahanan bahan bakar ini dijadwalkan berlangsung 20 jam per hari selama 50 hari”, ungkap Kepala Badan Litbang ESDM, Dadan Kusdiana. 

Di depan awak media pada Media Gathering B30/B40 di Jakarta (26/8), Dadan menekankan pada setiap metode pengujian dan tahapan kajian PPPTMGB “LEMIGAS” juga melibatkan para pemangku kepentingan seperti PT Gaikindo (Gabungan Kendaraan Indonesia) dan IKABI (Ikatan Ahli Bioenergi Indoensia) untuk dimintai masukan dan persetujuan.   
Ketua Tim Kegiatan B40, Sylvia Ayu Bethari memaparkan sejak bulan Januari 2020 Kelompok Pelaksana Penelitian dan Pengembangan (KP3) Aplikasi Produk PPPTMGB “LEMIGAS” memulai kegiatan kajian, yakni tahapan blending dan formulasi bahan bakar, pengujian karakteristik sifat fisika-kimia bahan bakar serta pengujian tahap terbatas. 



Pada pertengahan Januari 2020, Tim pengujian B40 melaksanakan pertemuan untuk menentukan formulasi bahan bakar yang akan dites pada uji ketahanan. Pada tahap pemilihan tim melakukan blending, yakni pencampuran beberapa varian bahan bakar baik campuran bahan bakar murni (B0) dengan Fame, maupun kombinasi dengan Distillated Biodiesel (DPME) dan Hydrotreated Vegetable Oil (HVO).  Beberapa formula tersebut dilihat karakteristiknya sifat fisikia, kimia. 

Peneliti yang juga menjabat sebagai Manager Pemasaran Teknologi KP3 Aplikasi Produk ini menguraikan pada campuran 40 persen bidoesel dan 60 persen B0, terjadi perubahan spesifikasi, terutama kandungan trigliserid dan air. Kandungan air ini tinggi, karena pada saat pembuatan biodiesel murni (B100), memerlukan proses pencucian dan pemisahan FAME dan glierol. Untuk mengurangi kadar air, maka dilakukan distilasi ulang agar kadar air turun dan tidak mengakibatkan korosi. 

Penambahan DPME hingga 10 persen dapat menurunkan kandungan air hingga setara B30. Nilai asam total yang menyebabkan korosi, dapat didegradasi sehingga nilainya rendah. Di sisi lain nilai kalori pada proses pembakaran yang menggunakan DPME juga dapat meningkatkan nilai kalori setara B30. 
Pengujian ini dijadwalkan selesai pada November 2020 dan diharapkan rekomendasi dapat disampaikan pada Desember 2020. 


Hak Cipta © 2017 Badan Litbang ESDM
Badan Litbang ESDM
Jl.Ciledug Raya Kav.109 - Cipulir Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12230 Indonesia
Telp. +62 (021) 72798311 Fax. +62 (021) 72798202