Arsip Berita



Badan Litbang ESDM Uji Coba Disinfectant Body Chamber Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral melaksanakan uji coba terhadap Disinfectant Body Chamber atau bilik sterilisasi dan antiseptik di Bogor (26/3), yang dihadiri tim supervisi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan.

Uji coba dilakukan terhadap Bilik Sterilisasi dan Antiseptik (BiSA) dan Sentong Steriliasi dan Antiseptik (SERITI). BiSA dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE), sedangkan SERITI merupakan inovasi dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara (Puslitbang Tekmira).

Uji coba ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas BiSA, SERITI dan larutan pembersih dalam membunuh mikroorganisme serta meminta masukan Badan Litbang Kesehatan, agar sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, Dadan Kusdiana menjelaskan, Badan Litbang ESDM ditugaskan untuk turut berkontribusi menciptakan peralatan alat sterilisasi tubuh untuk mencegah penyebaran Virus Corona di lingkungan kerja Kementerian ESDM. Menteri ESDM mengharapkan agar alat ini dapat dimanfaatkan secara luas.

BiSA terdiri dari dua ruangan yaitu untuk antiseptik dan sterilisasi. Ruangan antiseptik menggunakan sistem penyemprotan (spraying) empat sisi yang masing-masing terdiri dari lima nozzle. Penyemprotan berlangsung 13 detik dengan waktu tunggu 20 detik, hingga seluruh kabut antiseptik meresap. Larutan antiseptik yang digunakan dapat berupa etanol C2H5OH 71% atau sodium hypoklorit NaOCL 0,1%. Ruangan sterilisasi adalah ruangan pemanas (drying) dengan suhu 50 oC dengan waktu pengeringan selama 30 detik.

Cara kerja SERITI hampir sama dengan BiSA. Pengguna masuk melalui pintu masuk dan berdiri tepat pada tanda kaki di lantai SERITI. Apabila lampu indikator berwarna kuning telah menyala, pengguna dapat memulai proses sterilisasi dengan menekan tombol warna hijau.

Proses sterilisasi berlangsung dengan menyemprot disinfectant sebanyak dua putaran. Pengguna menunggu sampai lampu indikator berwarna hijau menyala dan dapat meninggalkan SERITI melalui pintu keluar.   

Perwakilan Badan Litbang Kesehatan juga mengunjungi Laboratorium Kimia, P3TKEBTKE yang memproduksi larutan pembersih.

Kepala P3TKEBTKE, Chrisnawan Aditya menjelaskan pembuatan larutan pembersih berdasarkan referensi Badan Litbang Kesehatan, yang terdiri dari larutan C2H5OH 71%, H2O2 0,5%, NaOCL 0,1%, Benzalkonium Chlorida  0,05% serta  Anolyte. Peneliti P3TKEBTKE telah melakukan uji efektifitas larutan etanol C2H5OH 71% dan hasilnya mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme sebanyak 49,28%. Hasil uji efektifitas menggunakan larutan Sodium hypoklorit NaOCL 0,1% hasilnya lebih optimal karena mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme sebanyak 82,7%.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan, Irmansyah mengapresiasi inisiatif Badan Litbang ESDM dalam mengatasi masalah penyebaran Covid-19.  

Dalam uji coba ini, Badan Litbang Kesehatan menerjunkan tim supervisi dari lintas bidang klinik untuk mendukung uji coba ini. Mereka terdiri dari ahli mikrobiologi, farmasi, patologi klinik dan pengendalian penyakit. Para ahli akan memberikan masukan tertulis terkait desain efektifitas dan uji mikroba yang sudah dilakukan.

“Dukungan kami ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi mutlak dalam penelitian dan inovasi, yang mungkin munculnya dari kelompok kecil dan untuk menyelesaikannya memerlukan kolaborasi beberapa pihak”, kata Irmansyah.

Irmansyah menambahkan, berbagai macam riset kesehatan sangat membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik dalam penelitian alat, model maupun teknologi kesehatan.
Hak Cipta © 2017 Badan Litbang ESDM
Badan Litbang ESDM
Jl.Ciledug Raya Kav.109 - Cipulir Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12230 Indonesia
Telp. +62 (021) 72798311 Fax. +62 (021) 72798202