Arsip Berita



Badan Litbang ESDM Usulkan Program Peningkatan Produksi Migas Nasional Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif menyampaikan Kementerian ESDM perlu mempunyai program pengembangan potensi minyak dan gas bumi menuju target produksi minyak satu juta barel per hari.

Hal ini dimungkinkan mengingat Indonesia memiliki cekungan eksisting sebanyak 128 yang harus dieksplorasi, sebagaimana disampaikan saat memimpin rapat tentang Peningkatan Produksi Migas di Jakarta (9/3). 



Arifin menekankan perlunya upaya eksplorasi baik pada lapangan lama (mature) dan daerah baru yang masih segar (fresh), dengan menerapkan metode, teknologi dan konsep baru percepatan produksi minyak, yang telah umum diaplikasikan di industri migas.

Ia juga meminta pemutakhiran data-data migas dalam rangka memberikan gambaran potensi migas yang jelas kepada investor.

“Segera evaluasi dan reaktivasi kurang lebih 13.000 sumur-sumur yang masih under performed misal karena produksi air tinggi, shut-in yang tersebar di Indonesia, untuk dapat diproduksikan“, kata Arifin.

Arifin menekankan agar Badan Litbang ESDM, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Geologi dan SKK Migas dapat bersinergi menyiapkan program pengembangan dimaksud.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, Dadan Kusdiana, menyampaikan saat ini ada 757 lapangan migas eksisting, sebagian besar statusnya sudah mature dan mengalami depleted (penurunan) produksi. Di sisi lain Indonesia masih memiliki area potensial untuk dieksplorasi, antara lain play yang belum dipetakan, stratigraphic traps, fracture basement, gas biogenik, MNK dan lainnya.

Lebih lanjut, Dadan mengusulkan delapan kegiatan prioritas untuk mengejar target produksi migas, yakni hydraulic fracturing masif di formasi Telisa dan optimasi pattern waterflood di lapangan-lapangan Blok Rokan, Tertiary Chemical EOR Lapangan Minas dan reaktivasi sumur under performed, pengembangan Underveloped Discoveries dan Idle Fields, dua usulan eksplorasi yakni eksplorasi MNK (shale gas) dan eksplorasi Segar, yaitu area baru dengan menggunakan dana APBN dari Signature Bonus. Usulan lainnya adalah mempersiapkan Kontrak Terminasi WK serta pengolahan berdasarkan potensi yang ada dan cara mendeteksi dari awal kegiatan dan survei USGS.

Usulan sebagaimana dimaksud merupakan hasil kajian Puslitbangtek Migas “LEMIGAS” yang didukung para senior yang telah purnabakti di Puslitbangtek Migas “LEMIGAS”, antara lain Umar Said, Abdul Muin, Hadi Purnomo, Rahmad Sudibyo serta Evita Legowo.


Dalam menindaklanjuti arahan Menteri ESDM tersebut, Badan Litbang ESDM akan mengoordinasikan pembuatan task force terkait kajian gas biogenik dengan target hingga discovery (menemukan cadangan). Badan Litbang ESDM akan membantu PT Pertamina dalam reaktivasi sumur under performed, baik identifikasi maupun teknis lebih lanjut.

 

Lebin lanjut Dadan menjelaskan Pusat Data dan Teknologi Informasi ESDM akan mengoordinasikan pemutakhiran data dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Litbang ESDM, Badan Geologi, SKK Migas dan PT Pertamina. Sinergi ini diharapkan dapat menghasilkan Roadmap Rencana Kerja Kolaborasi Percepatan Data Interpretasi membangun Data Subsurface System.

 

Dari ke delapan usulan tersebut, Badan Litbang ESDM akan membuat tiga tim kecil untuk membahas Oil Sand, Migas MNK dan Enhance Oil Recovery (EOR) dan segera ditindaklanjuti ke lapangan. Untuk meningkatkan survei potensi migas di laut, Badan Litbang ESDM berencana merehabilitasi Kapal Riset Geomarine III dan bekerja sama dengan pelaku survei.

 

Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati menjelaskan, Direktorat Hulu PT Pertamina mendukung target pemerintah untuk memproduksi 1 juta barrel per hari melalui kontribusi sebesar 65% volume dari produk domestik.

 

“Strategi peningkatan produksi Pertamina Direktorat Hulu dengan mempertahankan tingkat produksi existing, transformasi Resources to Production, Enhanced Oil Recovery (EOR) serta eksplorasi eksisting”, kata Nicke.


Pada kesempatan tersebut, SKK juga siap melaksanakan reintepretasi lapangan-lapangan yang sudah ada, seperti yang sudah ditawarkan oleh Schlumberger Indonesia dan TGS.





Hak Cipta © 2017 Badan Litbang ESDM
Badan Litbang ESDM
Jl.Ciledug Raya Kav.109 - Cipulir Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12230 Indonesia
Telp. +62 (021) 72798311 Fax. +62 (021) 72798202