Arsip Berita



Bersama BLU P3Tek KEBTKE, Kemenko Maritim Siapkan Kajian Pengendalian Pencapaian Target Energi Baru Terbarukan
Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (P3Tek KEBTKE) segera menyiapkan naskah akademik pengendalian pencapaian target energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional untuk Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.  Kemenko Bidang Kemaritiman melalui Deputi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim terus berupaya mempercepat target pemanfaatan energi baru terbarukan dalam menunjang investasi perekonomian bidang kemaritiman. Pemanfaatan potensi energi baru dan terbarukan memerlukan riset dan kajian berkelanjutan agar energi dapat dimanfaatkan secara ekonomis dengan manajemen resiko yang terukur. "Pemanfaatan potensi energi memerlukan dukungan tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga masyarakat. Masyarakat harus dipersiapkan agar terbiasa menggunakan energi baru terbarukan", ungkap Asisten Deputi Pendayagunaan IPTEK Maritim, Deputi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim, Nani Hendiarti.

Selama tiga bulan ke depan, BLU P3tek KEBTKE akan melakukan riset dan kajian yang akan  dituangkan dalam naskah akademik. "BLU P3Tek KEBTKE ditunjuk untuk melaksanakan kegiatan ini, karena memiliki tenaga ahli dan kompetensi dalam penyiapan peta potensi yang berisi sebaran potensi energi baru terbarukan Indonesia”, jelas Kepala P3Tek KEBTKE, Sujatmiko, saat melakukan pengkajian dengan tim teknis P3Tek KEBTKE pada 10 Juli 2019.

BLU P3tek KEBTKE telah menerbitkan Peta Potensi EBT Indonesia pada tahun 2016, yang meliputi peta potensi energi mikro hidro, energi surya, dan energi angin. Ketiga peta yang telah dipatenkan tersebut menjadi lampiran Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Peta ini juga menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam penyusunan RUED (Rencana Umum Energi Daerah). BLU P3Tek KEBTKE juga mengolah data potensi biomassa dari Direktorat Bio Energi, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), menjadi peta potensi energi biomassa. 
Kemenko Bidang Kemaritiman menyiapkan tiga lokasi sebagai proyek percontohan, yakni Kabupaten Banggai (Provinsi Sulawesi Tengah), Kabupaten Natuna (Provinsi Kepulauan Riau) dan Kabupaten Lebak (Provinsi Banten). Hasil kajian naskah akademik di tiga lokasi ini juga akan mencakup skema investasi yang akan disiapkan bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan diharapkan dapat menjadi model kajian di lokasi-lokasi lainnya, yang rencananya akan dilaksanakan oleh Kementerian PPN/Bappenas.

Kegiatan pertama adalah survei potensi energi baru dan terbarukan, perikanan, pariwisata, industri dan kegiatan perekonomian lainnya. Selanjutnya verifikasi data pengukuran di lapangan, yang mengacu pada peta potensi EBT. Tim teknis memfokuskan lokasi survei komoditi perekononian dan potensi EBT di daerah yang belum terlistriki dan mempunyai potensi perekonomian maritim. Survei tersebut bertujuan untuk mendapatkan data primer sebagai bahan kajian dan penyusunan naskah akademik.  Lokasi pertama yang dituju di Kabupaten Banggai pada tanggal 23-29 Mei 2019. Tim teknis BLU P3Tek KEBTKE melakukan survei di Pulau Dua, Pulau Tinalapu dan daerah pesisir yang banyak terdapat tempat pengolahan ikan. Kabupaten Banggai memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, baik berupa hasil laut (ikan, udang, mutiara, rumput laut dan sebagainya), aneka hasil bumi (kopra, sawit, coklat, beras, kacang mente dan lainnya) serta hasil pertambangan (nikel yang sedang dalam taraf eksplorasi) dan gas (Blok Matindok dan Senoro). Sebagian besar wilayahnya terdiri dari pegunungan dan perbukitan, sedangkan daratan rendah umumnya terletak di sepanjang pesisir pantai. Kondisi alam yang demikian di Kabupaten Banggai juga mempunyai potensi ekowisata yang sangat baik. 

Bupati Banggai, Herwin Yatim memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan survei ini dan menyiapkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Banggai, BUMN dan perusahaan daerah terkait untuk bersinergi, seperti Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Dinas PMPTSP), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Perkebunan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan Balai Karantina Perikanan, Dinas Pariwisata, PT. PLN Wilayah Banggai serta PT Indotropic Banggai. 
Untuk lokasi berikutnya, Sujatmiko menambahkan, "Survei akan dilakukan di Kabupaten Natuna, disusul Kabupaten Lebak dan naskah akademiknya  diharapkan akan selesai sebelum triwulan terakhir tahun 2019”.

Hak Cipta © 2017 Badan Litbang ESDM
Badan Litbang ESDM
Jl.Ciledug Raya Kav.109 - Cipulir Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12230 Indonesia
Telp. +62 (021) 72798311 Fax. +62 (021) 72798202