Arsip Berita



Inovasi untuk Mengakselerasi Elektrifikasi Menyambut Hari Listrik Nasional ke-75, Kepala Badan Litbang ESDM, Dadan Kusdiana terus mendorong kegiatan penelitian dan pengembangan energi bersih yang dilaksanakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (P3KEBTKE).

Saat ini Kelompok Pelaksana Penelitian dan Pengembangan (KP3) Tekno Ekonomi, Konservasi, dan Lingkungan P3TKEBTKE melakukan uji operasi mesin pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) 2 x 20 kW sedang menggunakan bahan bakar B30 dan Degummed Crude Palm Oil (CPO) di P3TKEBTKE. Penelitian ini akan membandingkan hasil uji operasi menggunakan B30 dan Degummed CPO. Hasil uji menggunakan B30 sudah dilakukan selama 500 jam dan sedang dalam proses analisis dan pembuatan laporan.

Uji coba operasi penggunaan CPO yang telah melalui proses degumming dimulai sejak tanggal 26 Oktober 2020. Uji coba dilakukan dengan memasukan bahan bakar B30 selama 15 menit dan kemudian Degummed CPO dimasukkan menggantikan B30. Bahan bakar Degummed CPO tersebut dipanaskan terlebih dahulu pada suhu 90 oC sehingga mudah masuk ke mesin PLTD. Uji coba akan dilaksanakan selama 500 jam dan paramater yang diukur antara lain specific fuel consumption, emisi, dan tekanan. Sebelum dan sesudah operasi, mesin PLTD dirating sehingga dapat diketahui dampak penggunaan Degummed CPO pada kondisi mesin. Uji operasi dengan BPDPKS ini merupakan bagian dari kajian kelayakan pemanfaatan minyak nabati murni untuk PLTD yang dijadwalkan berakhir pada Desember 2020.




KP3 Ketenagalistrikan P3TKEBTKE sedang menyelesaikan prototipe “SeLMA” atau Sepeda Listrik Multi Guna berbasis mid drive. SeLMA dibangun dengan konsep regeneratif, dimana saat pengendara sepeda melepas pedal, motor listrik akan berubah fungsi menjadi generator sehingga putaran roda sepeda seakan-akan terbebani oleh generator tersebut. Pada saat inilah energi kinetik putaran roda terkonversi menjadi energi listrik yang akan disimpan di baterai. Kondisi  ini bisa terjadi pada jalanan menurun atau saat tidak mengayuh namun sepeda masih jalan akibat dari sisa putaran motor yg tidak dikayuh. Sepeda ini diprioritaskan untuk mengangkut barang, produk pertanian dan  komoditi lainnya, terutama di daerah pegunungan atau kontur jalan yang naik turun. SeLMA merupakan implementasi dukungan program energi bersih tanpa menggunakan BBM. Dengan SeLMA, pengguna dapat mengayuh lebih ringan karena dibantu motor listrik untuk menempuh jarak 60 km dengan kecepatan maksimal 45 km/jam.

KP3 Ketenagalistrikan P3TKEBTKE juga sedang mengembangkan inovasi sistem baterai bergerak “Backpack Baterai” atau Energy Backpack dengan kapasitas 2500 Wh. Teknologi ini merupakan solusi penyediaan listrik untuk masyarakat di daerah 3 T (terpencil, terluar dan tertinggal). Energy backpack diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar listrik dan juga kebutuhan kegiatan produktif. Energy backpack merupakan solusi jangka pendek (tidak permanen) dalam mencapai Rasio Elektrifikasi 100% pada daerah yang sulit dijangkau dengan jaringan listrik PLN.



Hak Cipta © 2017 Badan Litbang ESDM
Badan Litbang ESDM
Jl.Ciledug Raya Kav.109 - Cipulir Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12230 Indonesia
Telp. +62 (021) 72798311 Fax. +62 (021) 72798202