Arsip Berita



Jaringan Cerdas untuk Meningkatkan Pemanfaatan EBT
Kepala Badan Litbang ESDM, Dadan Kusdiana menyatakan energi baru terbarukan seharusnya memiliki “kelas” yang sama dengan energi lainnya, terutama dari sisi keandalan. Melalui jaringan cerdas, PT PLN dapat memproyeksikan dan memperkiraan kebutuhan EBT secara tepat. 

Hal ini di sampaikan usai menandatangani Nota Kesepahaman antara Badan Litbang ESDM dengan Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) tentang Kerja Sama Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan Dan Energi Baru Terbarukan di Jakarta (24/8). 

Dadan mengapresiasi inisiasi PJCI untuk bekerja sama dalam pengembangan EBT menggunakan jaringan cerdas, termasuk penerapan prinsip cerdas dalam pengekolaan energi, termasuk pengelolaan efisiensi energi dan sistem monitoringnya. Dengan jaringan PJCI yang luas, diharapkan kerja sama ini juga akan mendorong munculnya entrepreneurship. 

“Ini sejalan dengan arahan Menteri ESDM, Arifin Tasrif karena entrepreneurship memainkan peran penting dalam perkembangan sektor ESDM”, kata Dadan. 

Selama ini masih ada keraguan dalam penggunaan energi terbarukan dalam skala besar. Namun saat ini sudah dapat terjawab oleh negara maju. Dadan mencontohkan pada tahun 2015, negara Jerman baru menggunakan 30 persen energi terbarukan. Namun dalam lima tahun, mereka dapat meningkatkan penggunaan EBT hingga 50 persen untuk memenuhi kebutuhan listrik. 

Kerja sama Badan Litbang ESDM dengan PJCI meliputi beberapa ruang lingkup meliputi riset, pengembangan, dan pemanfaatan teknologi jaringan cerdas, pengkajian tekno ekonomi, kebijakan dan regulasi ketenagalistrikan serta energi baru terbarukan terkini. Selama bekerja sama Badan Litbang ESDM dan PJCI melakukan optimalisasi dan implementasi dalam pemanfaatan hasil penelitian serta pengembangan teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Kedua pihak juga berupaya meningkatkan kompetensi dan keahlian sumber daya manusia dan/atau lembaga, penyediaan tenaga ahli, dan tukar-menukar informasi dan ilmu pengetahuan dalam upaya pengembangan teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 

Pendiri Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI), Eddie Widiono mengatakan teknologi smart grid sangat penting dalam meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan di Indonesia.

Seluruh dunia saat ini sedang mengalami revitalisasi energi dan Indonesia di posisi 67 dari 115 negara yang melakukan transisi energi. Kita harus mempercepat prosesnya agar dapat meningkatkan kapasitas EBT.

Ketua Umum PJCI, Ikhsan Assaad menambahkan untuk mempercepat target bauran energi 23 persen, pemerintah telah melakukan berbagai hal. Salah satunya adalah pembangunan PLTS terapung dan saat ini telah dibangun PLTS terapung di Waduk Cirata berkapasitas 145 MW dan ditargetkan dapat dilanjutkan ke waduk-waduk lainnya. Pemanfaatan bekas lahan tambang untuk PLTS dan biomassa untuk menggantikan batubara di PLTU PLN juga diharapkan dapat meningkatkan persentase EBT. 

Ikhsan menekankan, pengembangan EBT tidak hanya dikerjaan oleh pemerintah dan PT PLN.  tetapi juga membutuhkan peranan praktisi energi dengan berbagai keahlian. Oleh karena itu PJCI turut berkontribusi dalam pembangunan energi di Indonesia. 

Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia adalah perkumpulan para pakar yang bergerak dalam pengembangan jaringan listrik pintar.  Kegiatan difokuskan pada jaringan listrik yang menggunakan digital dan teknologi canggih lainnya untuk memantau dan mengelola pengangkutan listrik dari sumber pembangkit untuk memenuhi kebutuhan listrik pengguna akhir yang bervariasi.


Hak Cipta © 2017 Badan Litbang ESDM
Badan Litbang ESDM
Jl.Ciledug Raya Kav.109 - Cipulir Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12230 Indonesia
Telp. +62 (021) 72798311 Fax. +62 (021) 72798202