Arsip Berita



Launching Road Test Penggunaan Bahan Bakar B 30

Menteri ESDM, Ignasius Jonan melepas 11 kendaraan dalam Uji Jalan B30 di halaman Kementerian ESDM (13/6). Menteri ESDM menyatakan “Road test ini penting untuk mengkonfirmasi bahwa penggunaan bahan bakar B30 tidak mempengaruhi performa kendaraan dan tidak menyebabkan biaya perawatan menjadi mahal.”


Jonan melanjutkan “Mandatori B30 ini merupakan langkah konkrit pemerintah untuk mengembangkan industi kelapa sawit, meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit serta menjamin ketersediaan dan kestabilan harga BBM di dalam negeri.”


Dalam konferensi Pers, Kepala Badan Litbang ESDM, Dadan Kusdiana menjelaskan sebetulnya kendaraan tersebut telah memulai uji jalan sejak 20 Mei 2019, agar jarak tempuh yang telah ditetapkan dapat diselesaikan pada awal Oktober 2019. Parameter pengujian yang dinilai pada uji jalan B30 ini menggunakan pengujian berstandar internasional dan pelaksanaannya dikawal oleh berbagai pihak.


Dadan menjelaskan 11 kendaraan yang diuji disediakan oleh Gaikindo, yakni 8 kendaraan berbobot di bawah 3,5 ton dan 3 truk berbobot di atas 3,5 ton. Sampel kendaraan ini secara populasi sudah cukup dan dinilai sudah dapat mewakili merk dan tipe kendaraan diesel yang banyak digunakan di Indonesia. 


Pelaksanaan uji jalan ini membutuhkan bahan bakar sekitar 70 kilo liter yang disediakan oleh Pertamina sedangkan campuran biodiesel sebanyak 30 kilo liter disediakan oleh Aprobi. Pada kesempatan ini Direktur Perencanaan Investasi dan Manejemen Risiko, PT Pertamina, Heru Setiawan menyatakan Pertamina siap menjamin pasokan B30, bila sudah diimplementasikan secara luas.


Dadan berharap pemanfaatan B30 secara luas tidak hanya dapat mengurangi biaya impor BBM dan mengamankan cadangan devisa negara, tetapi juga akan memberikan kepastian harga bagi petani sawit, terutama pada saat harga CPO turun.


Uji jalan B30 Kementerian ESDM ini dilaksanakan Badan Litbang ESDM bekerja sama dengan BPDPKS, BPPT, Aprobi, Pertamina dan Gaikindo. Dua unit Badan Litbang ESDM turut berperan aktif dalan pengujian ini, yakni Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE) dan PPPPTMGB “LEMIGAS”.


P3TKEBTKE bertindak sebagai koordinator yang juga mendokumentasikan seluruh kegiatan serta memberikan sosialilsasi pemanfaatan B30 kepada masyarakat. PPPTMGB “LEMIGAS” bertugas melaksanakan pengujian rating komponen mesin, uji kualitas bahan bakar serta kualitas pelumas. Sebelum pengujian  setiap mobil telah ditetapkan rating komponen dan akan diuji kembali setelah menempuh jarak 2.500 km. Rating akhir akan dilakukan setelah uji jalan berakhir pada Oktober 2019.


Dadan mengharapkan hasil kajian ini dapat diselesaikan pada bulan Oktober 2019, untuk mendukung implementasi B30 pada Januari 2020. Ke depan pemanfaatan B30 tidak hanya pada kendaraan darat, namun juga dapat dimanfaatkan untuk bahan bakar kereta api, angkutan laut dan alat berat pertambangan.



Hak Cipta © 2017 Badan Litbang ESDM
Badan Litbang ESDM
Jl.Ciledug Raya Kav.109 - Cipulir Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12230 Indonesia
Telp. +62 (021) 72798311 Fax. +62 (021) 72798202