Arsip Berita



P3GL dan Pertamina EP Selesaikan Leg-3 (Tahap Akhir) Survei di Blok Matindok Setelah menyelesaikan Leg-2, Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan, Badan Litbang ESDM bersama PT Pertamina EP melanjutkan Survei Geokimia Microseapage Area Offshore Leg-3 di Blok Matindok, Sulawesi Tengah hingga 25 Desember 2019, Kapal Riset Geomarin III (KR Geomarin III) bertolak dari Pelabuhan Bitung menuju lokasi survei coring pertama Leg 3 di Perairan Matindok  Luwuk Sulawesi Tengah sejak tanggal 9 Desember 2019.

Selama 15 hari, tim akan melakukan coring 79 sampel microseepage dan melakukan coring kalibrasi dua sumur pemboran dengan jumlah sampel 20 buah. 

Sebelum memulai Leg-3, BLU P3GL bersama PT Pertamina EP menggelar Management Walk Through (MWT) untuk kegiatan survei Geokimia Matindok, di Bitung Sulawesi Utara pada tanggal 8-9 Desember 2019. KR Geomarin III ditargetkan akan tiba kembali di Pelabuhan Cirebon pada tanggal 30 Desember 2019.

Puslitbang Geologi Kelautan melaksanakan kegiatan ini selama tiga bulan, mulai dari persiapan, akuisisi data geofisika dan pengambilan sampel untuk analisis geokimia. Kegiatan akuisisi data sendiri telah dimulai pertengahan bulan Oktober hingga akhir bulan Desember 2019.

Survei geofisika telah dilaksanakan mulai tanggal 26 Oktober hingga tanggal 7 November 2019, sedangkan survei geologi mulai dilaksanakan tanggal 13 November hingga akhir bulan Desember 2019. 

Target microseepage pada kegiatan ini meliputi 180 lokasi, macroseepage meliputi 20 lokasi dan kalibrasi sumur sebanyak 30 lokasi. Leg-2 berhasil menyelesaikan 121 titik, yang terdiri dari 101 lokasi microseepage dan 20 macroseepage dan 10 lokasi kalibrasi sumur.

Survei ini dilatarbelakangi upaya PT Pertamina EP untuk meningkatkan potensi cadangan migas, demi menjamin keberlangsungan industri hulu migas. Salah satu potensi yang besar adalah potensi sumber daya migas di area lepas pantai Matindok, yang meliputi area prospek Bubalus, Kudukudu dan Kepekepe.

Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mengantisipasi tingginya risiko pemboran dan biaya tinggi, terkait dugaan keberadaan potensi hidrokarbon di area Pantai Matindok, khususnya keberadaan source rock di area lepas pantai Matindok. Survei diharapkan dapat membuktikan adanya source rock alternatif selain di Batui Trust Kitchen, serta mengurangi resiko operasional pemboran di laut dalam.

P3GL melakukan survei pada area seluas 1.225 km2 dengan kedalaman air rata-rata di atas 500 meter hingga 1.000 meter. Wahana survei yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah KR Geomarin III dan ditunjang peralatan survey geologi dan geofisika, di antaranya Multibeam Echosounder (MBES), Subbuttom Profiling (SBP), Sidescan Sonar (SSS), serta peralatan Piston Corer, dan dilengkapi dengan Sound Velocity Profile (SVP).

Secara umum, Lapangan migas Donggi-Matindok berperan penting dalam mendukung produksi gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) Indonesia. PT Pertamina EP Asset 4 mengembangkan lapangan migas Donggi Matindok Field sejak April 2016 lalu.
Hak Cipta © 2017 Badan Litbang ESDM
Badan Litbang ESDM
Jl.Ciledug Raya Kav.109 - Cipulir Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12230 Indonesia
Telp. +62 (021) 72798311 Fax. +62 (021) 72798202