Arsip Berita



Peran Laboratorium Bahan Bakar Aviasi PPPTMGB “LEMIGAS” dalam Keberhasilan Karakteristik dan Kinerja Bioavtur J2.4
Indonesia mencatat sejarah baru pada pengembangan energi baru terbarukan, melalui kesuksesan inovasi energi bersih berbasis bahan bakar nabati untuk moda transportasi udara, yang diberi nama ‘Bioavtur J2.4’.  Uji terbang pesawat CN235-220 Flying Test Bed (FTB) menggunakan Bioavtur J2.4 telah menjadi bukti kepada dunia, Indonesia mampu memproduksi bahan bakar dengan campuran komponen bahan bakar nabati untuk mendukung industri aviasi.

Uji terbang dengan bahan bakar bioavtur J2.4 ini merupakan puncak kegiatan dari serangkaian kegiatan pengujian yang dilakukan antara Tim Peneliti Katalis ITB, Tim Peneliti Uji Terbang ITB, Tim peneliti RTI (Research Technology Innovation) PT Pertamina, dan didukung Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (PPPTMGB) ‘LEMIGAS’, PT GMF Aeroasia, PT Pertamina, PT Dirgantara Indonesia, Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) serta Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). 

Keberhasilan riset campuran bahan bakar minyak dan bahan bakar nabati yang diproduksi Kilang Pertamina Internasional Unit Refinary Unit (RU) IV Cilacap ini, tidak terlepas dari dukungan, sarana laboratorium serta tenaga ahli yang tergabung di Kelompok Riset Bahan Bakar dan Aviasi (BBA), Kelompok Penelitian dan Pengembangan Teknologi Aplikasi Produk, PPTMGB ‘LEMIGAS’. Laboratorium  BBA di KP3 Teknologi Aplikasi Produk  memiliki fasilitas dan peralatan uji bahan bakar minyak dan bahan bakar nabati, baik untuk bahan bakar non penerbangan dan penerbangan yang terlengkap di Indonesia. 
Tim PPPTMGB “LEMIGAS” bertugas melakukan pengujian karakteristik dan kinerja Bahan Bakar baik Bahan Bakar Minyak (BBM), Bahan Bakar Nabati (BBN), maupun campuran keduanya. Khusus untuk produk avtur, Laboratorium BBA telah mengikuti Proficiency Test Programme (PTP) dengan provider ASTM (American Standard Testing and Material) International, sehingga diharapkan dapat mendukung produk bioavtur J2.4 ini, agar diakui validitas dan keabsahan hasil pengujiannya oleh lembaga sertifikasi internasional yang berwenang. 

Tujuan pengujian yang dilakukan di PPPTMGB “LEMIGAS “ adalah untuk mendapatkan data teknis karakteristik melalui uji fisika kimia Sampel Avtur (JA-1) dan Bioavtur (J2.4) dan data kompatibilitas material jenis O-ring dan Plat terhadap Sampel Avtur (JA-1) dan Bioavtur (J2.4). 

Pengujian karakteristik sampel Avtur  (JA-1) dan Bioavtur (J2.4 ) diperlukan untuk mengetahui kesesuaian bahan bakar uji dengan  spesifikasi bahan bakar sesuai SK Direktur Jenderal Migas Nomor 35.K/HK.02/DJM/2021. Pengujian kompatibilitas material  jenis O-ring dan Plat terhadap Sampel Avtur (JA-1) dan Bioavtur (J2.4) dilakukan mengacu pada ASTM D471 / SAE J1748. Hasil pengujian karakteristik fisika kimia menunjukkan sampel bahan bakar avtur (Jet A-1) dan Bioavtur (J2.4) dapat memenuhi spesifikasi bahan bakar yang berlaku. Sampel Bioavtur (J2.4) yang dikirimkan pada bulan Juni 2021 dan Agustus 2021 tidak mengalami perbedaan secara signifikan. Pengujian kompabilitas material dilaksanakan selama bulan Agustus-September 2021. 

Kegiatan pengujian dimulai dari preparasi material, pengisian dan penggantian bahan bakar, perendaman, pengujian hardness serta pengukuran dimensi dan bobot. Pengujian kompatibilitas membuktikan tidak ada perbedaan yang signifikan dari uji perendaman dengan bahan bakar avtur J A-1 dan Bioavtur J2.4 terhadap material uji.

Secara keseluruhan pengujian produk bioavtur J2.4 ini berhasil membuktikan teknologi pemrosesan dan teknologi pembuatan katalis yang mendukung di Indonesia, dapat menghasilkan produk Co-Processing setara avtur dengan bahan baku dari Refined Bleached Deodorized Palm Kernel Oil (RBDPKO) sebesar 2.4% pada fasilitas kilang PT Pertamina.
Hak Cipta © 2017 Badan Litbang ESDM
Badan Litbang ESDM
Jl.Ciledug Raya Kav.109 - Cipulir Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12230 Indonesia
Telp. +62 (021) 72798311 Fax. +62 (021) 72798202