Arsip Berita



SERAH TERIMA JABATAN DEWAN PENGAWAS BLU PPPTMGB “LEMIGAS”
Kepala Badan Litbang ESDM, Dadan Kusdiana menyerahkan Surat Keputusan Menteri ESDM Nomor 160.K/75/MEM/2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dewan Pengawas Badan Layanan Umum (BLU) PPPTMGB “LEMIGAS” kepada Ketua Dewan Pengawas BLU PPPTMGB “LEMIGAS” yang baru, Eko Budi Lelono di Jakarta (21/9). 

Adapun Anggota Dewan Pengawas yang baru yakni Nanang Abdul Manaf, sebagai perwakilan dari professional, menggantikan Budisepta Zen. 

Dewan Pengawas bertugas melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Pejabat Pengelola BLU mengenai pengelolaan BLU, baik dari aspek layanan maupun aspek pengelolaan keuangan. 

Dalam serah terima jabatan tersebut, Dadan menjelaskan terhitung per semester I tahun 2020, BLU PPPTMGB “LEMIGAS” telah membukukan realisasi Rp.54,2 miyar. Capaian ini meningkat Rp.10 milyar, dibandingkan realisasi periode yang sama tahun 2019, yang mencapai Rp.44,6 milyar.

Dadan mengapresiasi kinerja BLU PPPTMGB “LEMIGAS” yang berhasil melakukan berbagai upaya dan tetap memberikan layanan dengan kinerja naik 25 persen selama masa pandemi. 

Dadan menguraikan target RBA (Rencana Bisnis dan Anggaran) BLU PPPTMGB “LEMIGAS” untuk tahun 2020 sebesar Rp.171,6 milyar. Dewan Pengawas terus memantau potensi pendapatan, dihitung dari berapa nilai kontrak layanan jasa. 

 “Hingga saat ini BLU PPPTMGB “LEMIGAS” telah membukukan kontrak pekerjaan sebesar Rp.263,8 milyar dan yang sudah menjadi sumber pendapatan sebesar Rp.101,7 milyar”, lanjut Dadan. 

BLU PPPTMGB “LEMIGAS” juga menghabiskan belanja Rp.65,6 milyar, sehingga ada surplus Rp.36,1 milyar. Perolehan ini bisa dicek melalui e-PNBP yang dapat dimonitor secara real time. Nilai margin, secara perhitungan ebitda (pendapatan sebelum dikurangi bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi), diperoleh sekitar 35 persen. 

Dadan menilai, margin ini cukup tinggi, mengingat rata-rata keuntungan perusahaan energi lainnya seperti PT Pertamina sekitar belasan persen, bahkan perusahaan yang berbasis sumber daya alam hanya mendapat margin sekitar 8-9 persen. 

Eko menyampaikan tantangan yang dihadapi subsektor migas pada masa depan tidak kecil, terutama hulu migas. Saat ini kondisi harga minyak bumi relatif lebih rendah akibat turunnya permintaan, salah satunya akibat pandemi. Situasi ini menyebabkan tidak banyak perusahaan migas yang melakukan eksplorasi. Di samping itu tantangan di migas adalah proyeksi minyak yang akan turun pada tahun 2035 dan diharapkan energi baru terbarukan (EBT) akan meningkat. 

Kepala Badan Geologi ini optimis, industri migas masih sangat diperlukan untuk kegiatan dalam negeri. Oleh karena itu penemuan besar diharapkan dapat meningkatkan cadangan migas. Eko berharap BLU PPPTMGB “LEMIGAS” berkolaborasi dengan unit lain agar dapat berkolaborasi untuk menemukan cadangan migas besar.

 “Ini menjadi tugas bersama kita di masa depan, dalam mensinkronkan BLU “LEMIGAS” dengan tugas yang dihadapi Kementerian ESDM”, pungkas Eko.

Hak Cipta © 2017 Badan Litbang ESDM
Badan Litbang ESDM
Jl.Ciledug Raya Kav.109 - Cipulir Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12230 Indonesia
Telp. +62 (021) 72798311 Fax. +62 (021) 72798202