Arsip Berita



Tengah Menjalani Uji Jalan,  Program Konversi Sepeda Motor Kementerian ESDM Meraih Peringkat Ke-3 PFSains 2021
Pilot Proyek Konversi Sepeda Motor Mesin Penggerak Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Motor Listrik yang dilaksanakan Kementerian ESDM telah menyelesaikan lebih dari 30 persen proses uji kehandalan. Metode yang digunakan adalah uji jalan kendaraan bermotor hasil konversi, yang dan ditargetkan selesai pada 18 Desember 2021. 

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE), Haryanto menyampaikan hal ini saat menghadiri pelantikan pejabat di lingkungan Kementerian ESDM di Jakarta (16/11) 2021. 

Haryanto menjelaskan uji jalan telah dimulai sejak 18 Oktober 2021 dan menggunakan empat kendaraan hasil konversi. Selama dua bulan masing-masing kendaraan akan melalui uji jalan secara bertahap sejauh 10.000 km. 
“Jumlah jarak tempuh ini didasarkan pada 50 persen total jarak tempuh garansi mesin sepeda motor selama dua tahun”, sambung Haryanto.  
Rute uji jalan yang akan dilalui meliputi wilayah Kabupaten Bogor, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan. Sepeda motor hasil konversi ini merupakan kendaraan dinas Kementerian ESDM yang telah dikonversi menjadi motor listrik secara bertahap sejak April 2021.  Merk sepeda motor yang diuji kali ini menggunakan Honda Supra dan Yamaha.

Menurut Haryanto, pilot proyek ini mendapat sejumlah apresiasi. Salah satunya menyabet peringkat ketiga pada Kompetisi Inovasi Energi Baru Terbarukan (EBT) Program PFSains Tahun 2021. PFSains adalah program Pertamina Foundation bersama PT Pertamina (Persero) untuk pengembangan dan konversi energi baru terbarukan (EBT) atau energi alternatif, melalui kegiatan penelitian dan praktek penciptaan energi dan inovasi yang aplikatif. 

Program konversi motor listrik merupakan salah satu implementasi hasil akhir inovasi teknologi yang dapat digunakan sebagai konversi EBT dan diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. 

Lebih lanjut Haryanto menguraikan program konversi ini dapat menjadi pionir dan penggerak bagi penciptaan lapangan kerja serta UMKM baru, serta ketrampilan baru bagi generasi muda bangsa, para siswa SMK/vokasi, teknisi bengkel dan lainnya. Program ini dilatarbelakangi oleh Peraturan Presiden RI Nomor 55 Tahun 2019, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 65 Tahun 2020 serta target pengurangan emisi karbon dari kendaraan bermotor, sesuai Peraturan Presiden RI Nomor 61 Tahun 2011. 

Saat ini, Tanggal 3 November 2021 sepeda motor listrik dengan beban yang menggunakan Baterai tipe NMC sudah melakukan jarak jarak tempuh 3309,1 km, dan sepeda motor listrik yang menggunakan baterai tipe LFP sudah menempuh jarak sekitar 2123,9 km.
“Uji jalan hasil konversi sepeda motor BBM menjadi listrik diharapkan dapat terealisasi, agar dapat mewujudkan percepatan Program Battery Electric Vehicle untuk Transportasi Jalan”, imbuh Haryanto. 

Uji jalan kendaaraan ini juga menjadi salah satu persyaratan, terutama aspek keselamatan yang ditentukan oleh Korps Lalu Lintas Kepolisian RI (Korlantas Polri). Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah (Ditlantas Polda) Metro Jaya akan membantu pelaksanaan perubahan registrasi BPKB (Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor) dan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) terhadap dua unit sepeda motor, sebaga pilot proyek hasil konversi apabila persyaratan tersebut telah terpenuhi.



Hak Cipta © 2017 Badan Litbang ESDM
Badan Litbang ESDM
Jl.Ciledug Raya Kav.109 - Cipulir Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12230 Indonesia
Telp. +62 (021) 72798311 Fax. +62 (021) 72798202