Arsip Berita



Tingkatkan Cadangan Energi, RTC Pertamina dan Badan Litbang ESDM Gelar Workshop
Badan Litbang ESDM bersama Research & Technology Centre (RTC) Pertamina menyelenggarakan Workshop bertema Sinergi Membangun Kemandirian Energi untuk Negeri selama dua hari, 5-6 Maret 2020, di Hotel Hilton Bandung. 

Dalam sambutannya, Kepala Badan Litbang ESDM, Dadan Kusdiana menyampaikan kolaborasi riset dan layanan jasa Badan Litbang ESDM dan PT Pertamina beserta anak perusahaannya telah terjalin sejak lama. Sinergi riset hulu migas antara lain pengembangan Adsorben Hg, As, dan H2S untuk eksploitasi geokimia di lapangan panas bumi Karaha; studi enhanched oil recovery (EOR); survei geokimia microseapage area offshore Matindok; penelitian gasifikasi, dan kajian kelayakan PLT Biogas dari PME di Kwala Sawit dan Pagar Merbau. 

Sinergi riset hilir migas di antaranya riset pengganti produk import pendukung pengolahan/niaga migas (pengembangan karbon aktif untuk adsorben gas, pelumas, gemuk), substitusi BBM (biodiesel B40 dan B50), substitusi LPG (DME, Bio Ethanol), peningkatan kualitas BBN, pengembangan katalis nabati untuk BBN, flow assurance serta uji coba berbagai jenis bahan bakar/aditif. 

“Sepanjang tahun 2019 kedua pihak telah menandatangani kontrak sebanyak 23 kontrak dengan nilai total Rp67,94 miliar, “ kata Dadan.

Dadan menambahkan tren kerja sama cenderung meningkat dalam tiga tahun terakhir (periode 2017-2019). Ia mengapresiasi PT Pertamina, yang telah memberikan penilaian atas pelayanan dengan Indeks Layanan Kepuasan rata-rata sebesar 3,82 dari skala 5.

“Artinya mitra kerja cukup puas,“ kata Dadan. 

Senior Vice President (SVP) RTC, Dadi Sugiana menyampaikan misi utama RTC Pertamina adalah mendukung prioritas bisnis perusahaan saat ini dan masa depan. Kebutuhan bisnis meliputi peningkatan produksi migas dan panas bumi dari lapangan yang telah ada; peningkatan cadangan migas melalui eksplorasi sumber daya non-konvensional; mendorong produktivitas dan efisiensi operasional, industrial best practice dan decommisioning. 

“PT Pertamina juga memastikan keberlanjutan bisnis melalui diversifikasi bisnis ke petrokimia dan kimia serta energi baru terbarukan,” sambung Dadi. 

Berbagai inovasi dari unit-unit Badan Litbang ESDM yang dibahas pada pertemuan ini antara lain land airgun, mobile lab biostratigraphy, peta potensi angin-surya-mikrohidro, pemanfaatan pellet untuk PLT Biomassa, underground coal gasification (UCG), dan gasifikasi mini (GasMin). 

Lebih lanjut, Riset utama RTC dikelompokkan menjadi delapan kategori, yaitu operational excellence, geothermal combined cycle technolgy, petrochemical & chemical, reserves & production, green fuel, battery & energy storage, decommisioning & abandoment, coal to chemicals. 

Workshop ini dilatarbelakangi oleh arahan Presiden RI pada Rakornas IPTEK 2020 tanggal 30 Januari 2020 di Serpong yang mendorong kolaborasi antar lembaga riset dan arahan Dewan Komisaris PT Pertamina terkait kondisi energi di tanah air, baik produksi maupun cadangan, dan kebutuhan inovasi dalam pemecahan permasalahan energi pada saat ini ataupun masa depan. 

Tujuan penyelenggaraan workshop ini adalah mensinergikan kegiatan penelitian upstream (hulu migas), downstream (hilir migas), energi baru dan terbarukan, planning & commercial development, serta pelayanan laboratorium.


Hak Cipta © 2017 Badan Litbang ESDM
Badan Litbang ESDM
Jl.Ciledug Raya Kav.109 - Cipulir Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12230 Indonesia
Telp. +62 (021) 72798311 Fax. +62 (021) 72798202