Arsip Berita



Uji Jalan B30 Sukses dan Siap Diimplentasikan Tahun 2020

Jakarta - Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Badan Litbang ESDM) melalui Tim Pelaksana Uji dari PPPTMGB “LEMIGAS” dan P3TEK bersama BPPT (BTBRD dan BT2MP), PT Pertamina (Persero), Aprobi dan Gaikindo serta didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) telah selesai melaksanakan Uji Jalan (Road Test) penggunaan Bahan Bakar B30 (campuran 30 persen biodiesel pada minyak solar) pada kendaraan bermesin diesel. (28/11)


Uji jalan B30 merupakan kegiatan kajian yang dilakukan dalam rangka persiapan implementasi program Mandatori B30 yang akan diberlakukan pada tahun 2020, sesuai dengan amanat Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2015. 


Uji Jalan  B30, yang dimulai sejak tanggal 13 Juni 2019 telah selesai dengan sukses dan dilaksanakan dengan baik, “Alhamdulillah inilah saat yang ditunggu setelah 6 sampai 7 bulan kami melakukan uji jalan B30 yang hasilnya dari waktu ke waktu disampaikan apa adanya setiap prosesnya, yang banyak melibatkan resources dan menghabiskan kurang lebih 150.000 KL solar”, tutur Dadan dalam acara Seminar Hasil Uji Jalan B30.



“Uji jalan dilakukan secara terbuka, transparan, objektif, dilakukan sosialisasi progress, mengundang media, dan bertemu langsung dengan pengguna/masyarakat, tidak ada yang ditutupi dalam proses” tambah Dadan. Ia juga berterimakasih kepada kepada seluruh Pihak yang terlibat dalam kegiatan uji jalan B30.


Dari hasil uji jalan (Road Test) B30 yang telah dilakukan maka B30 telah siap diimplementasikan pada kendaraan bermesin diesel yang rencananya akan dilaksanakan per 1 Januari 2020. Dan secara konsisten Badan Litbang ESDM juga siap melaksanakan uji B50.


Dalam kesempatan tersebut, Dadan memaparkan hasil uji menyatakan persentase perubahan daya/power, konsumsi bahan bakar, pelumas, dan emisi gas buang relatif sama dan tidak ada perbedaan signifikan antara bahan bakar B20 dan B30 terhadap jarak tempuh kendaraan bermesin diesel. 


Selain itu opasitas gas buang kendaraan pada penggunaan bahan bakar B30 juga masih berada di bawah ambang batas ukur dan tidak menunjukkan kenaikan yang signifikan.


Untuk start ability, kendaraan berbahan bakar B0, B30 (MG Biodiesel 0.4%) dan B30 (MG Biodiesel 0.55%) dengan waktu soaking (didiamkan) selama 3, 7, 14, dan 21 hari dapat dinyalakan normal dengan waktu penyalaan sekitar 1 detik.


Penggunaan B30 pada kendaraan baru atau yang sebelumnya tidak menggunakan biodiesel cenderung mengalami penggantian filter bahan bakar lebih cepat di awal penggunaan B30 karena efek blocking, namun sesudahnya kembali normal.


Tim Pelaksana Uji merekomendasikan untuk menjaga kualitas B30, selama proses pencampuran, penyimpanan dan penyaluran perlu dilakukan tindakan penanganan terkontrol dan termonitor secara berkala seperti halnya pada saat Uji Jalan B30.


Selain itu, Tim Pelaksana Uji juga merekomendasikan bahwa biodiesel (B100) sebaiknya disimpan dalam tangki tertutup, dan dihindarkan dari kontak dengan udara dan segera dillakukan pencampuran dengan B0, B100 yang digunakan pada campuran B30, diusulkan memiliki kadar monogliserida maksimum adalah 0,55 %-massa dan kadar air maksimum adalah 350 ppm. Serta kepada dan Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) diharapkan memberikan informasi kepada konsumen yang menggunakan kendaraan baru bahwa diawal pemakaian dapat terjadi penggantian filter yang lebih cepat.


Kepala Ditjen EBTKE KESDM, FX. Sutijastoto mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat kegiatan uji jalan B30 dan pengimplementasian B30 ini turut menyumbang pemenuhan  target Bauran Energi 23%. 


Dengan selesainya uji jalan B30 ini diharapkan menjadi awal Indonesia maju dalam sektor energi baru terbarukan.



Hak Cipta © 2017 Badan Litbang ESDM
Badan Litbang ESDM
Jl.Ciledug Raya Kav.109 - Cipulir Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12230 Indonesia
Telp. +62 (021) 72798311 Fax. +62 (021) 72798202